Bojan Hodak Sesalkan Kericuhan Bobotoh Usai Persib Tersingkir dari ACL 2, Sanksi AFC Menghantui

Author Image

Hodak

21 Februari 2026

Trending Image 1771673913

Bandung, 21 Februari 2026 – Pelatih kepala , , tak dapat menyembunyikan kekecewaannya menyusul insiden kericuhan yang dilakukan sebagian suporter di (GBLA) pada Rabu (18/2/2026) malam. Peristiwa ini terjadi sesaat setelah Persib dipastikan tersingkir dari babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2) musim 2025/2026.

Meskipun Persib berhasil memenangkan leg kedua dengan skor tipis 1-0 atas Ratchaburi FC dari Thailand, hasil tersebut tidak cukup untuk membalikkan defisit agregat 0-3 dari leg pertama yang dimainkan pada 11 Februari 2026. Maung Bandung akhirnya harus mengakui keunggulan Ratchaburi dengan agregat 1-3, mengakhiri perjalanan mereka di kompetisi Asia.

Kekecewaan Bojan Hodak dan Aksi Bobotoh

Kekecewaan mendalam Bojan Hodak terutama tertuju pada segelintir oknum Bobotoh yang nekat memasuki lapangan setelah peluit panjang dibunyikan. Aksi tersebut dinilai merusak atmosfer positif yang telah dibangun oleh mayoritas suporter.

“Mungkin di sini ada sekitar 30 ribu suporter dan 29.900 dari mereka fantastis,” ujar Hodak, mengapresiasi dukungan luar biasa Bobotoh. Namun, ia menambahkan, “Tidak mudah bermain di sini, dan Ratchaburi juga merasakannya.” Sayangnya, tindakan beberapa oknum yang turun ke lapangan, mengejar wasit Majed Mohammed Alshamrani, serta melakukan pelemparan botol air mineral dan petasan dari tribune selatan, mencoreng citra klub.

Beberapa pemain Persib, termasuk Andrew Jung yang mencetak gol kemenangan, serta Layvin Kurzawa, Thom Haye, dan Federico Barba, bahkan terlihat berupaya menenangkan massa yang emosional. Andrew Jung melalui akun media sosial X-nya mengklarifikasi bahwa tindakannya semata-mata untuk meredam situasi dan melindungi klub dari potensi sanksi.

Ancaman Sanksi Berat dari AFC

Insiden kericuhan ini berpotensi membawa konsekuensi serius bagi Persib Bandung. Media Thailand, Siam Sport, menyoroti insiden di GBLA tersebut dan menyebut Persib berisiko menghadapi hukuman berat dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

Sanksi yang mungkin dijatuhkan meliputi denda dalam jumlah besar, larangan menggelar pertandingan kandang dengan penonton, atau bahkan larangan menggunakan kandang mereka untuk musim ini. Hodak sendiri telah menegaskan bahwa tindakan suporter tersebut tidak hanya memalukan, tetapi juga berpotensi mengancam Persib dengan sanksi dari AFC.

Ini bukan kali pertama Persib menghadapi masalah terkait perilaku suporter. Sebelumnya, pada Oktober 2024, Persib juga sempat menerima sanksi dari Komisi Disiplin PSSI berupa denda Rp295 juta, larangan menyelenggarakan dua pertandingan kandang dengan penonton, serta penutupan tribune utara dan selatan untuk tiga pertandingan berturut-turut, akibat kerusuhan Bobotoh saat menjamu Persija Jakarta di Liga 1.

Perjalanan Persib di ACL 2 2025/2026

Meski tersingkir, perjalanan Persib di ACL 2 musim 2025/2026 menunjukkan peningkatan performa. Maung Bandung berhasil menembus babak 16 besar setelah memulai dari babak play-off, sebuah pencapaian yang lebih baik dibandingkan musim sebelumnya ketika mereka terhenti di fase grup. Dalam sembilan laga dari babak play-off hingga 16 besar, Persib mencatat enam kemenangan, satu hasil imbang, dan hanya dua kekalahan, serta tidak terkalahkan di laga kandang.

Saat ini, Persib Bandung masih kokoh di puncak klasemen sementara BRI Super League 2025/2026, menunjukkan konsistensi di kompetisi domestik. Namun, insiden di GBLA ini menjadi catatan penting bagi manajemen klub dan Bobotoh untuk menjaga sportivitas demi menghindari sanksi yang dapat merugikan tim di masa depan.