Pemerintah Bolivia telah mengambil langkah cepat untuk memusnahkan jutaan uang kertas baru yang tersebar setelah sebuah pesawat kargo militer mengalami kecelakaan fatal di dekat ibu kota La Paz pada Jumat, 27 Februari 2026. Insiden tragis ini menewaskan sedikitnya 22 orang dan melukai 29 lainnya, sebagian besar adalah penumpang transportasi umum yang melintas di lokasi kejadian.
Pesawat Hercules C-130 milik Angkatan Udara Bolivia tersebut membawa 18 ton uang kertas baru dari kota timur Santa Cruz menuju La Paz. Menteri Pertahanan Marcelo Salinas menyatakan bahwa pesawat itu “mendarat dan keluar dari landasan pacu” di bandara El Alto, sebuah kota yang berdekatan dengan La Paz, sebelum akhirnya berhenti di lapangan terdekat. Kecelakaan ini juga merusak sekitar belasan kendaraan di jalan raya.
Pemusnahan Uang Kertas untuk Cegah Peredaran Ilegal
Setelah kecelakaan, pemandangan uang kertas yang berserakan di lokasi kejadian memicu kekacauan. Ratusan orang bergegas mencoba mengumpulkan uang tersebut, bahkan menghambat upaya penyelamatan. Menanggapi situasi ini, lebih dari 500 tentara dan 100 petugas polisi dikerahkan untuk membubarkan massa, bahkan menggunakan gas air mata dan selang air. Sebanyak 49 orang ditahan atas dugaan penjarahan dan vandalisme.
Untuk mencegah uang kertas tersebut masuk ke peredaran ilegal dan berpotensi mengganggu stabilitas pasar keuangan, polisi dan personel militer segera membakar kotak-kotak uang di lokasi kecelakaan. Presiden Bank Sentral Bolivia, David Espinoza, menegaskan bahwa uang kertas yang ditemukan di lokasi kecelakaan “tidak memiliki nilai hukum karena belum pernah masuk ke dalam sirkulasi.” Ia juga menambahkan bahwa uang tersebut tidak memiliki nomor seri atau identifikasi resmi.
Detail Kecelakaan dan Korban Jiwa
Espinoza mendesak siapa pun yang telah mengumpulkan uang kertas tersebut untuk segera mengembalikannya ke Bank Sentral Bolivia atau lembaga keuangan resmi lainnya. Meskipun jumlah pasti uang yang diangkut tidak disebutkan secara spesifik oleh Espinoza, Bank Sentral Bolivia pada tahun 2025 telah menandatangani kontrak dengan perusahaan Grain Currency Malta Limited untuk pasokan 967 juta uang kertas Boliviano.
Penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan. Namun, laporan awal menyebutkan pesawat tergelincir dari landasan saat mendarat di tengah kondisi cuaca buruk. Dari total enam awak pesawat, dua di antaranya sempat dinyatakan hilang. Otoritas telah menangguhkan sementara semua penerbangan dari dan ke terminal bandara El Alto pasca insiden ini.