Bologna FC sukses mengamankan tiket ke babak 16 besar UEFA Europa League musim 2025/2026 setelah menyingkirkan wakil Norwegia, SK Brann. Kemenangan agregat 1-0 dipastikan setelah leg kedua babak play-off yang berlangsung di Stadio Renato Dall’Ara pada Kamis, 26 Februari 2026, berakhir imbang tanpa gol.
Hasil imbang 0-0 di kandang sendiri sudah cukup bagi Rossoblu untuk melaju, berkat kemenangan tipis 1-0 yang mereka raih pada leg pertama di Norwegia pekan sebelumnya. Gol tunggal penentu kemenangan di leg pertama tersebut dicetak oleh penyerang muda asal Argentina, Santiago Castro.
Peran Krusial Santiago Castro dan Performa Bologna
Santiago Castro, penyerang berusia 21 tahun, menjadi sorotan utama dalam perjalanan Bologna di kompetisi Eropa musim ini. Ia dipercaya memimpin lini serang Bologna pada leg kedua melawan Brann, didampingi oleh Federico Bernardeschi dan Jonathan Rowe. Kontribusi Castro tidak hanya terbatas pada gol penentu di leg pertama; ia juga baru saja memperpanjang kontraknya dengan Bologna hingga 30 Juni 2030, mengindikasikan kepercayaan besar klub terhadap potensinya.
Sejak bergabung dengan Bologna pada Januari 2024, Castro telah menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga pertengahan Februari 2026, ia telah mencetak delapan gol dan menyumbang dua assist dalam 31 penampilannya di semua kompetisi. Nilai transfernya di pasar saat ini diperkirakan mencapai 35 juta euro.
Bologna sendiri menunjukkan kebangkitan performa yang impresif menjelang laga krusial ini. Setelah sempat berada dalam “krisis mendalam” di awal tahun 2026, tim asuhan Vincenzo Italiano berhasil membalikkan keadaan dengan meraih tiga kemenangan beruntun di semua kompetisi, termasuk kemenangan di leg pertama play-off Liga Europa.
Peringatan dari Manajemen dan Tantangan Kandang
Direktur Bologna, Marco Di Vaio, mengungkapkan bahwa ia menggunakan situasi sulit yang dialami Fiorentina di Conference League sebagai motivasi bagi skuadnya. “Kami menyampaikan pesan kepada para pemain tentang apa yang terjadi di Florence, karena Anda tidak bisa menganggap remeh apa pun di Eropa,” ujar Di Vaio. Pernyataan ini menunjukkan betapa pentingnya fokus dan rasa hormat terhadap lawan, terutama dalam pertandingan Eropa.
Meskipun demikian, Bologna menghadapi tantangan terkait rekor kandang mereka yang kurang memuaskan belakangan ini. Hal ini terbukti saat Brann sebelumnya berhasil menahan imbang Bologna 0-0 di Stadio Dall’Ara pada fase grup November lalu, bahkan ketika Bologna bermain dengan sepuluh pemain selama lebih dari satu jam.
Dengan lolosnya Bologna, mereka kini menantikan undian babak 16 besar yang dijadwalkan pada 27 Februari 2026. Calon lawan mereka adalah pemenang antara AS Roma atau Freiburg.
Susunan Pemain Kunci
Dalam laga penentuan ini, Bologna turun dengan formasi: Skorupski; Zortea, Lucumi, Vitik, Joao Mario; Moro, Freuler, Ferguson; Bernardeschi, Castro, Rowe. Sementara itu, SK Brann menurunkan: Dyngeland; De Roeve, Pallesen, Boakye, Soltvedt; Ingason, Sorensen, Myhre; Mathisen, Holm, Thorsteinsson.