Borneo FC berhasil mengamankan tiga poin penuh setelah menaklukkan Arema FC dengan skor meyakinkan 3-1 dalam lanjutan Super League 2025/2026 pekan ke-23. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, pada Kamis (26/2/2026) malam, menjadi bukti dominasi Pesut Etam, terutama di babak pertama.
Kemenangan ini semakin mengukuhkan posisi Borneo FC di papan atas klasemen sementara, sementara Arema FC harus puas turun peringkat setelah menelan kekalahan. Pelatih Arema FC, Marcos Reina, secara terbuka mengakui bahwa timnya tampil di bawah standar pada paruh pertama pertandingan.
Dominasi Pesut Etam di Babak Pertama
Sejak peluit awal dibunyikan, Borneo FC langsung menunjukkan agresivitasnya. Gol pembuka tercipta pada menit ke-7 melalui aksi Caxambu, yang berhasil memanfaatkan umpan terobosan akurat dari Mohammad Anez. Keunggulan cepat ini memberikan momentum bagi tuan rumah untuk terus menekan.
Tidak butuh waktu lama bagi Juan Felipe Villa untuk menggandakan keunggulan Pesut Etam. Pada menit ke-26, Villa mencetak gol melalui eksekusi tendangan bebas yang mematikan. Menjelang turun minum, Villa kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-42, kali ini setelah menerima umpan matang dari Mariano Peralta. Skor 3-0 menutup babak pertama dengan keunggulan telak Borneo FC.
Upaya Balasan Singo Edan yang Terlambat
Memasuki babak kedua, Arema FC mencoba bangkit dan meningkatkan intensitas serangan. Upaya Singo Edan membuahkan hasil pada menit ke-64, ketika Dalberto berhasil memperkecil ketertinggalan melalui sontekan yang mengubah kedudukan menjadi 3-1. Gol tersebut menjadi satu-satunya balasan bagi tim tamu dalam pertandingan ini.
Meskipun Arema FC berusaha menekan di sisa waktu pertandingan, pertahanan Borneo FC yang rapat membuat mereka kesulitan menambah gol. Skor 3-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan, memastikan kemenangan bagi Borneo FC.
Pengakuan Pelatih Arema FC atas Performa Buruk
Usai pertandingan, pelatih Arema FC, Marcos Reina, tidak menutupi kekecewaannya terhadap penampilan timnya, terutama di babak pertama. “Itu adalah pertandingan yang sulit. Kami kehilangan pertandingan dalam waktu 27 menit pertama. Tim kami gak bermain seperti yang kami inginkan. Kami gak menjalani babak pertama dengan baik,” ujar Marcos Reina. Ia menambahkan bahwa “intensitas kami sangat rendah di babak pertama.”
Senada dengan pelatihnya, gelandang Arema FC, Pablo Oliveira, juga menyoroti perbedaan performa kedua tim di setiap babak. “Saya pikir perbedaannya adalah Borneo bermain lebih baik di babak pertama, dan kami bermain lebih baik di babak kedua,” kata Pablo dalam sesi jumpa pers setelah pertandingan.
Dampak Klasemen dan ‘Dejavu’ Hasil
Kemenangan ini membawa Borneo FC merangsek ke posisi ketiga klasemen sementara Super League 2025/2026 dengan koleksi 49 poin, hanya terpaut satu angka dari Persija Jakarta yang berada di peringkat kedua. Sementara itu, hasil minor ini memaksa Arema FC harus rela turun ke peringkat ke-10 dengan 31 poin.
Menariknya, hasil pertandingan ini menjadi semacam ‘dejavu’ bagi kedua tim. Borneo FC juga berhasil menaklukkan Arema FC dengan skor 3-1 pada pertemuan pertama di Stadion Kanjuruhan pada 26 Oktober 2025 lalu. Laga ini juga berlangsung di tengah bulan Ramadan, yang menuntut adaptasi khusus dari para pelatih dalam menjaga kondisi fisik pemain. Sebelum laga ini, Borneo FC baru saja menelan kekalahan 1-2 dari Dewa United, sementara Arema FC bermain imbang 2-2 melawan Madura United.