Borneo FC Sikat Arema FC 3-1, Kemenangan Jadi Obat Kekecewaan Pusamania

Author Image

Hodak

28 Februari 2026

Samarinda berhasil mengamankan tiga poin penting setelah menundukkan tamunya, , dengan skor meyakinkan 3-1 dalam lanjutan pekan ke-23 2025/2026. Pertandingan yang digelar di , Samarinda, pada Kamis malam, 26 Februari 2026, ini menyisakan cerita haru di balik kemenangan gemilang tim berjuluk Pesut Etam tersebut.

Kemenangan ini tak hanya mengokohkan posisi Borneo FC di papan atas klasemen, tetapi juga menjadi “obat” pelipur lara bagi kelompok suporter militan Pusamania. Pasalnya, koreografi raksasa yang telah dipersiapkan berbulan-bulan gagal ditampilkan akibat faktor cuaca ekstrem.

Dominasi Borneo FC di Babak Pertama

Sejak peluit awal dibunyikan, Borneo FC langsung mengambil inisiatif serangan dan tampil dominan. Tak butuh waktu lama bagi publik Samarinda untuk bersorak. Bek tangguh Caxambu membuka keunggulan pada menit ke-7 setelah memanfaatkan umpan akurat dari Mohammad Anez. Gol cepat ini membuat Arema FC tampak goyah.

Dominasi Pesut Etam berlanjut. Pada menit ke-26, Juan Felipe Villa menggandakan keunggulan melalui penyelesaian akhir yang klinis. Menjelang babak pertama berakhir, tepatnya di menit ke-42, Juan Villa kembali mencatatkan namanya di papan skor berkat kerja sama apik dengan Mariano Peralta, menutup paruh pertama dengan keunggulan telak 3-0.

Pelatih Arema FC, Marcos Santos, mengakui bahwa kebobolan pada menit awal sangat mempersulit timnya. “Ini pertandingan sulit. Kami sudah kalah di menit ketujuh babak pertama, jadi sangat sulit bermain di sini, terutama dengan motivasi dari suporter mereka,” tutur Marcos Santos usai laga. Ia juga menambahkan bahwa tekanan dan efektivitas Borneo di babak pertama luar biasa.

Perlawanan Arema FC dan Kekecewaan Pusamania

Memasuki paruh kedua, Arema FC mencoba merombak skema permainan dan bangkit mengejar ketertinggalan. Upaya Singo Edan membuahkan hasil pada menit ke-63 atau 64, ketika Dalberto berhasil memperkecil kedudukan melalui sundulan setelah memanfaatkan umpan sepak pojok dari Gustavo Franca. Gol tersebut sempat memicu momentum bagi Arema FC untuk terus menekan.

Namun, kedisiplinan barisan belakang Borneo FC yang dipimpin oleh Caxambu membuat setiap serangan Arema mentah sebelum masuk ke kotak penalti. Hingga wasit meniup peluit panjang, skor tetap bertahan 3-1 untuk kemenangan tuan rumah.

Di balik kegembiraan kemenangan, ada kekecewaan mendalam dari Pusamania. Capo Pusamania, Riyo, mengungkapkan bahwa koreografi yang telah disiapkan berbulan-bulan gagal dikibarkan akibat angin kencang yang merusak infrastruktur pendukung di stadion pada dini hari sebelum pertandingan. “Teman-teman Pusamania sempat sedih karena koreo yang disiapkan berbulan-bulan gagal. Tapi alhamdulillah, kemenangan 3-1 dan tambahan tiga poin ini membuat semua kembali bahagia. Ini benar-benar obat buat kami,” tutur Riyo.

Meskipun koreografi batal, semangat Pusamania tidak luntur. Sepanjang 90 menit pertandingan, tribun utara tetap bergemuruh dengan chant-chant penyemangat yang membakar motivasi para pemain di lapangan. “Pemain berjuang di lapangan, kami juga berjuang di tribun. Kami tetap memberikan dukungan maksimal untuk memastikan poin penuh tetap tinggal di Samarinda,” tambah Riyo.

Implikasi Klasemen dan Laga Selanjutnya

Tambahan tiga poin ini membuat Borneo FC kini mengoleksi 49 poin dari 22 pertandingan, menempatkan mereka di peringkat ketiga klasemen sementara BRI Super League 2025/2026. Mereka hanya terpaut satu poin dari Persija Jakarta di posisi kedua (50 poin) dan empat poin dari pemuncak klasemen Persib Bandung (53 poin).

Sementara itu, kekalahan ini membuat Arema FC tertahan di posisi ke-10 klasemen dengan 31 poin dari 23 laga. Hasil ini juga memutus rekor tak terkalahkan Singo Edan dalam empat laga sebelumnya. Selanjutnya, Borneo FC akan menghadapi Persija Jakarta pada Selasa, 3 Maret 2026, sedangkan Arema FC akan melawan Bali United pada Jumat, 6 Maret 2026.