BRI Agendakan RUPST 10 April 2026, Sinyal Rasio Dividen Lebih Tinggi Menguat

bbri, dividen, rupst, bank rakyat indonesia, herry gunardi

PT (Persero) Tbk () akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan () pada Jumat, 10 April 2026. Agenda penting ini dinanti para investor, terutama terkait potensi keputusan rasio pembayaran (dividend payout ratio/DPR) yang disebut-sebut berpeluang lebih tinggi untuk tahun buku 2025.

Pengumuman jadwal rapat ini telah disampaikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia pada 27 Februari 2026. Manajemen BBRI menegaskan bahwa pelaksanaan RUPST akan mengacu pada Anggaran Dasar Perseroan serta ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait penyelenggaraan rapat umum pemegang saham, termasuk secara elektronik atau e-RUPS.

Kondisi Permodalan Kuat Dorong Kenaikan Dividen

Direktur Utama BRI, Herry Gunardi, mengindikasikan bahwa perseroan memiliki ruang untuk menetapkan rasio pembayaran dividen yang lebih besar dibandingkan level historis. Pernyataan ini didasari oleh kondisi permodalan BRI yang sangat kuat dan memadai. Hingga akhir tahun 2025, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) BRI tercatat sekitar 23,52%, jauh melampaui batas minimal yang ditetapkan regulator.

“Dalam hal menentukan rasio dividen itu tentunya bank akan mempertimbangkan kondisi struktur permodalannya serta juga rencana pertumbuhan untuk mendukung bisnis yang berkelanjutan di masa yang akan datang,” ujar Herry. Ia menambahkan, kondisi permodalan yang solid ini memungkinkan BRI untuk tetap memberikan nilai tambah kepada pemegang saham tanpa mengganggu rencana bisnis di masa depan. Peningkatan rasio dividen juga diharapkan dapat mendongkrak Return on Equity (ROE) perseroan.

Kinerja Keuangan 2025 dan Proyeksi Dividen

Untuk tahun buku 2025, BRI membukukan laba bersih sebesar Rp 57,13 triliun. Angka ini mengalami sedikit penurunan sebesar 5,26% secara tahunan dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun demikian, penyaluran kredit BRI tetap menunjukkan pertumbuhan positif, naik 12,31% secara tahunan menjadi Rp 1.521,49 triliun.

Sebelumnya, BRI telah membagikan dividen interim sebesar Rp 137 per saham pada 15 Januari 2026 untuk tahun buku 2025. Sebagai perbandingan, rasio pembayaran dividen BRI dalam empat tahun terakhir (2021-2024) selalu berada di atas 80%, dengan puncaknya 87% pada tahun buku 2024. Jika rasio pembayaran dividen tahun buku 2025 ditetapkan lebih tinggi dari 86%, total dividen yang dibagikan berpotensi melebihi Rp 49,14 triliun. Dengan asumsi DPR 86% yang konsisten dengan tahun sebelumnya, total dividen diproyeksikan mencapai Rp 323,36 per saham, dengan sisa dividen final sekitar Rp 186,4 per saham setelah dividen interim.

Jadwal Penting dan Partisipasi Pemegang Saham

Pemegang saham yang berhak hadir atau diwakili dalam RUPST adalah mereka yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham dan/atau pada rekening efek di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada Kamis, 12 Maret 2026, pukul 17.00 WIB. Pemanggilan rapat secara resmi akan dilakukan paling lambat pada Jumat, 13 Maret 2026.

Perseroan juga memberikan kesempatan kepada pemegang saham yang mewakili sedikitnya satu per dua puluh dari seluruh saham dengan hak suara, serta pemegang saham Seri A Dwiwarna, untuk mengusulkan mata acara rapat. Usulan tersebut harus diterima direksi paling lambat Jumat, 6 Maret 2026. Bagi pemegang saham yang tidak dapat hadir secara fisik, BRI mengimbau untuk memberikan kuasa dan suara melalui sistem Electronic General Meeting System (eASY.KSEI), dengan batas waktu pemberian kuasa hingga Kamis, 9 April 2026 pukul 12.00 WIB.