PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mengisyaratkan potensi peningkatan rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) untuk tahun buku 2025. Keputusan mengenai besaran dividen ini akan ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan pada Jumat, 10 April 2026.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menjelaskan bahwa perseroan memiliki ruang untuk menetapkan kebijakan dividen dengan rasio pembayaran yang lebih tinggi dari level historis. Hal ini didukung oleh kondisi permodalan bank yang sangat kuat, dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) mencapai 23,52% per akhir tahun 2025, jauh di atas ketentuan regulator. “Mempertimbangkan kondisi tersebut, seyogianya kami memiliki ruang untuk memberikan dividen dengan payout ratio yang lebih tinggi dibandingkan dengan level histori yang selama ini ada,” ujar Hery.
Hery menambahkan, penentuan rasio dividen akan mempertimbangkan struktur permodalan, CAR, serta rencana pertumbuhan untuk mendukung bisnis yang berkelanjutan di masa mendatang. Ia juga memproyeksikan bahwa peningkatan dividen berpotensi mendongkrak Return on Equity (ROE) BRI.
Untuk tahun buku 2025, BRI membukukan laba bersih sebesar Rp 57,13 triliun. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 5,26% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan laba bersih tahun 2024 yang mencapai Rp 60,30 triliun. Penurunan laba bersih ini terutama disebabkan oleh pembengkakan biaya pencadangan atau impairment sebesar 20,8%, yang mencapai Rp 46,09 triliun.
Meskipun demikian, BRI mencatatkan pertumbuhan kredit konsolidasi sebesar 12,31% yoy, mencapai Rp 1.521,49 triliun pada akhir 2025. Total aset bank juga meningkat menjadi Rp 2.135,37 triliun. Rasio kredit bermasalah (NPL) gross tercatat 3,29% dan NPL net 0,96%, yang masih di bawah ambang batas regulator.
Sebagai perbandingan, pada tahun buku 2024, BRI telah membagikan dividen tunai sebesar Rp 51,73 triliun atau setara Rp 343,40 per saham, dengan rasio pembayaran sekitar 86%. Sementara itu, untuk tahun buku 2025, BRI telah mendistribusikan dividen interim sebesar Rp 137 per saham pada 15 Januari 2026.
Pemanggilan RUPST akan dilakukan paling lambat pada Jumat, 13 Maret 2026, melalui situs web Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan situs resmi perseroan. Pemegang saham yang berhak hadir atau diwakili dalam rapat adalah mereka yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham dan/atau pada rekening efek di KSEI pada Kamis, 12 Maret 2026, pukul 17.00 WIB. Pemegang saham juga diberikan kesempatan untuk mengusulkan mata acara rapat secara tertulis kepada direksi paling lambat Jumat, 6 Maret 2026.