PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) kembali menegaskan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan dengan menerbitkan Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2026 senilai Rp5 triliun. Penerbitan surat utang ini merupakan kelanjutan dari program Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) yang menargetkan penghimpunan dana hingga Rp20 triliun secara keseluruhan.
Dana yang berhasil dihimpun dari obligasi ini akan dialokasikan secara eksklusif untuk membiayai atau membiayai kembali berbagai proyek sosial yang memenuhi kriteria Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS). Fokus utama penggunaan dana mencakup penciptaan lapangan kerja dan pengurangan pengangguran, termasuk pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional.
Misi Sosial dan Alokasi Dana
Selain mendukung UMKM, dana obligasi sosial ini juga akan disalurkan untuk memperluas akses terhadap layanan infrastruktur dasar yang terjangkau, layanan esensial, serta program perumahan yang dapat diakses oleh masyarakat berpenghasilan rendah. Sekitar 50% dari total dana obligasi direncanakan untuk program penciptaan lapangan kerja dan pengurangan pengangguran. BRI juga menekankan pentingnya ketahanan pangan dan pemberdayaan sosial ekonomi sebagai komponen integral dari obligasi ini.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, sebelumnya mengungkapkan bahwa penerbitan obligasi berwawasan sosial ini didasari oleh masih minimnya instrumen surat berharga sejenis di Indonesia. “Ini juga menjadi bukti nyata komitmen BRI untuk menjaga pendanaan yang berwawasan ESG,” ujar Hery. Ia menambahkan, langkah ini juga merupakan strategi perseroan untuk memperkuat struktur pendanaan melalui diversifikasi sumber dana berbasis wholesale funding dan memperluas akses ke pasar pendanaan yang lebih kompetitif dan berkelanjutan.
Rincian Obligasi dan Jadwal Penawaran
Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2026 ini terbagi menjadi tiga seri dengan tingkat bunga tetap yang kompetitif:
- Seri A: Senilai Rp1,236 triliun dengan bunga 4,85% per tahun dan tenor 370 hari.
- Seri B: Senilai Rp2,666 triliun dengan bunga 5,70% per tahun dan tenor tiga tahun.
- Seri C: Senilai Rp1,097 triliun dengan bunga 5,95% per tahun dan tenor lima tahun.
Pembayaran bunga obligasi akan dilakukan setiap triwulan, dengan pembayaran pertama dijadwalkan pada 17 Juni 2026. Adapun tanggal jatuh tempo untuk masing-masing seri adalah 27 Maret 2027 untuk Seri A, 17 Maret 2029 untuk Seri B, dan 17 Maret 2031 untuk Seri C. Obligasi ini ditawarkan pada harga 100% dari nilai nominalnya dan akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Masa penawaran umum obligasi ini berlangsung pada 11-12 Maret 2026, dengan penjatahan pada 13 Maret 2026. Distribusi obligasi secara elektronik (tanggal emisi) akan dilakukan pada 17 Maret 2026, dan pencatatan di BEI dijadwalkan pada 25 Maret 2026.
Peringkat dan Transparansi
Obligasi ini telah memperoleh peringkat idAAA (Triple A) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), yang berlaku hingga 1 September 2026. Peringkat ini mencerminkan kemampuan superior perseroan dalam memenuhi kewajiban keuangannya. BRI juga menegaskan komitmennya terhadap transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana. Pengelolaan dana dilakukan melalui sistem internal yang memungkinkan pelacakan penggunaan dana, termasuk pelaporan tahunan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kerangka kerja obligasi sosial BRI juga telah dinilai oleh S&P Global Ratings dan dinyatakan selaras dengan Social Bond Principles 2023.
Sebagai informasi, hingga 31 Desember 2025, total aset konsolidasian BRI tercatat sebesar Rp2.135 triliun, dengan total liabilitas Rp1.804 triliun dan ekuitas Rp330,9 triliun. Perseroan membukukan pendapatan bunga dan syariah neto sebesar Rp150,49 triliun sepanjang tahun 2025.