PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) kembali memperkuat komitmennya terhadap pembiayaan berkelanjutan dengan menerbitkan Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2026 senilai Rp5 triliun. Penerbitan ini merupakan kelanjutan dari program Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) yang menargetkan penghimpunan dana sebesar Rp20 triliun secara keseluruhan.
Langkah ini menyusul suksesnya penerbitan Obligasi Berwawasan Sosial Tahap I Tahun 2025 senilai Rp5 triliun pada Juni 2025 lalu, yang mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscription) hingga 1,31 kali atau setara Rp6,57 triliun. Dengan demikian, BRI tercatat sebagai bank pertama di Indonesia yang menerbitkan instrumen obligasi sosial.
Obligasi Berwawasan Sosial Tahap II Tahun 2026 ini terbagi dalam tiga seri dengan rincian sebagai berikut:
- Seri A: Senilai Rp1,236 triliun dengan bunga tetap 4,85% per tahun dan tenor 370 hari, jatuh tempo pada 27 Maret 2027.
- Seri B: Senilai Rp2,666 triliun dengan bunga tetap 5,70% per tahun dan tenor tiga tahun, jatuh tempo pada 17 Maret 2029.
- Seri C: Senilai Rp1,097 triliun dengan bunga tetap 5,95% per tahun dan tenor lima tahun, jatuh tempo pada 17 Maret 2031.
Pembayaran bunga obligasi akan dilakukan setiap triwulan. Obligasi ini juga telah memperoleh peringkat idAAA (Triple A) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), yang menunjukkan kemampuan superior perseroan dalam memenuhi kewajiban keuangannya dan berlaku hingga 1 September 2026.
Dana yang berhasil dihimpun dari penerbitan obligasi ini, setelah dikurangi biaya emisi, akan dialokasikan secara eksklusif untuk pembiayaan dan/atau pembiayaan kembali proyek-proyek sosial. Sekitar 50% dari dana tersebut akan difokuskan pada penciptaan lapangan kerja, termasuk pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sisa dana akan digunakan untuk peningkatan dan pemberdayaan sosial-ekonomi masyarakat.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menjelaskan bahwa keputusan bank untuk menerbitkan Obligasi Sosial didasari oleh ketersediaan instrumen sekuritas yang berfokus pada aspek sosial yang masih terbatas di Indonesia. “Ini juga berfungsi sebagai bukti konkret komitmen BRI dalam menjaga pembiayaan yang berorientasi ESG,” ujar Hery. Ia menambahkan, penerbitan ini juga sejalan dengan strategi bank untuk memperkuat struktur pendanaan melalui diversifikasi sumber pendanaan berbasis grosir dan memperluas akses ke pasar modal yang lebih kompetitif dan berkelanjutan.
Dalam aksi korporasi ini, BRI menunjuk sejumlah penjamin pelaksana emisi terkemuka, antara lain PT BRI Danareksa Sekuritas, PT CIMB Niaga Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Indo Premier Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, PT Mega Capital Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. Adapun PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk ditunjuk sebagai wali amanat.
Komitmen BRI terhadap aspek Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) telah terbukti dengan menjadi pelopor dalam perbankan berkelanjutan di Indonesia. Portofolio pinjaman ESG BRI mencapai Rp732,3 triliun atau setara 67,2% dari total pinjaman BRI per Desember 2022. Selain obligasi sosial, BRI juga telah menerbitkan Green Bonds senilai Rp5 triliun pada tahun 2022 dan Rp6 triliun pada tahun 2023.