Penggemar serial drama romantis Netflix, Bridgerton, dibuat terharu dengan sebuah kartu dedikasi yang muncul di akhir episode final Musim Keempat. Tayangan yang berfokus pada kisah romansa Benedict Bridgerton dengan Sophie Baek ini, secara tak terduga menyelipkan momen emosional untuk mengenang dua anggota kru penting di balik layar: Tony Cooper dan Nicholas Braimbridge.
Kartu dedikasi tersebut bertuliskan, “In loving memory of Nicholas Braimbridge, Tony Cooper” (Dalam kenangan penuh cinta Nicholas Braimbridge, Tony Cooper), yang muncul sebelum adegan bonus dan kredit akhir. Penghormatan ini sontak menarik perhatian penonton yang kemudian mencari tahu lebih jauh tentang kedua sosok yang berjasa besar dalam menciptakan dunia Regency yang memukau di Bridgerton dan serial spin-off-nya, Queen Charlotte: A Bridgerton Story.
Tony Cooper: Sang Pengemudi Setia di Balik Layar
Tony Cooper dikenal sebagai seorang pengemudi unit yang memiliki peran krusial dalam produksi Bridgerton dan Queen Charlotte. Tugasnya meliputi pengangkutan para pemeran, kru, properti, dan peralatan ke berbagai lokasi syuting, memastikan kelancaran setiap proses produksi.
Karier Cooper di industri perfilman dan televisi sangatlah panjang dan mengesankan. Ia terlibat dalam departemen transportasi untuk sejumlah proyek besar Hollywood, termasuk Downton Abbey: A New Era, The Crown, Spider-Man: Far From Home, Wonder Woman, The Batman, Black Widow, Ghostbusters: Frozen Empire, film-film Mission Impossible, Venom, Ready Player One, hingga tiga film terakhir Harry Potter. Bahkan, ia sempat menjajal dunia akting dengan peran singkat sebagai Ebenezer Scrooge dalam film pendek tahun 2023, Scrooge v. Santa. Detail mengenai penyebab meninggalnya Cooper tidak diungkapkan ke publik, sebagai bentuk penghormatan terhadap privasi keluarganya.
Nicholas Braimbridge: Seniman Pemandangan dengan Sentuhan Magis
Sementara itu, Nicholas Braimbridge adalah seorang seniman pemandangan (scenic artist) yang juga berkontribusi pada Bridgerton dan Queen Charlotte. Ia dikenal sebagai ahli faux finisher yang sangat terampil, terutama dalam menciptakan efek marmer dan serat kayu yang indah, memberikan sentuhan kemewahan pada interior megah yang menjadi ciri khas serial tersebut.
Sebelum berkecimpung di industri film dan televisi, Braimbridge memiliki pengalaman puluhan tahun sebagai pelukis dekoratif untuk properti-properti mewah di London dan luar negeri, sebelum akhirnya membawa keahliannya ke dunia desain set. Braimbridge meninggal dunia pada Mei 2025. Tragisnya, ia kehilangan istrinya karena kanker beberapa bulan sebelum kepergiannya, meninggalkan dua putri remajanya, Flora dan Amelia.
Untuk membantu keluarga Braimbridge, Alison Gartshore, seorang desainer produksi dan direktur seni untuk Bridgerton, meluncurkan kampanye GoFundMe. Dalam penghormatannya, Gartshore menggambarkan Braimbridge sebagai, “seorang Seniman Pemandangan yang sangat berbakat,” dan “pria yang menyenangkan, menawan, lucu – seorang pria sejati.” Kepergian kedua individu ini, yang merupakan bagian tak terpisahkan dari tim produksi, menjadi pengingat akan banyaknya pahlawan tanpa tanda jasa di balik layar yang turut membentuk karya-karya sinematik yang kita cintai.