Brighton Terpuruk Usai Dihajar Liverpool di Piala FA, Diego Gómez Jadi Sorotan

Author Image

Hodak

21 Februari 2026

Trending Image 1771691296

Brighton & Hove Albion harus menelan pil pahit setelah tersingkir dari ajang . Skuad asuhan Fabian Hürzeler dihajar dengan skor telak 0-3 dalam pertandingan putaran keempat yang berlangsung di Anfield pada Sabtu, 14 Februari 2026. Kekalahan ini memperpanjang catatan buruk Brighton yang hanya meraih dua kemenangan dari 15 pertandingan terakhir di semua kompetisi, serta tiga kekalahan beruntun tanpa mencetak gol.

Tiga gol kemenangan Liverpool dicetak oleh Curtis Jones, Dominik Szoboszlai, dan Mohamed Salah melalui titik penalti. Brighton sebenarnya sempat menunjukkan perlawanan di awal pertandingan, namun gagal memanfaatkan peluang yang ada. Salah satu peluang emas Brighton datang dari gelandang Paraguay, , yang tembakannya berhasil dimentahkan oleh kiper Alisson Becker.

Peran Diego Gómez di Tengah Badai Brighton

Nama Diego Gómez menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar sepak bola, terutama setelah penampilannya dalam laga kontra Liverpool. Gelandang berusia 22 tahun ini, yang bergabung dengan Brighton pada Januari 2025 dari Inter Miami, dikenal sebagai pemain kesayangan manajer Hürzeler. Musim ini, Gómez telah mencetak delapan gol di semua kompetisi dan konsisten menjadi pilihan utama, bahkan saat tim sedang dalam performa menurun.

Meskipun demikian, konsistensi pemilihan Gómez oleh Hürzeler sempat menimbulkan pertanyaan di kalangan sebagian suporter Brighton, terutama mengingat posisi tim yang semakin tertekan di Liga Primer. Gómez sendiri dijadwalkan kembali menjadi starter dalam pertandingan Liga Primer melawan Brentford pada Sabtu, 21 Februari 2026, di Gtech Community Stadium.

Tekanan Meningkat untuk Fabian Hürzeler

Rentetan hasil negatif ini tentu saja meningkatkan tekanan pada manajer Fabian Hürzeler. Brighton kini terdampar di posisi ke-14 klasemen Liga Primer, hanya berjarak tujuh poin dari zona degradasi. Setelah kekalahan dari Liverpool, Hürzeler menegaskan bahwa timnya tidak boleh berlarut-larut dalam kekecewaan. “Kami tidak bisa mengasihani diri sendiri. Ini tentang kami dan saya mengambil tanggung jawab serta bekerja keras untuk itu,” ujar Hürzeler. “Anda harus mengambil langkah kecil yang benar, dan kemudian kita bisa mengambil langkah besar.”

Sebelumnya, Brighton juga menelan kekalahan 0-1 dari Crystal Palace pada 8 Februari dan Aston Villa pada 11 Februari, menunjukkan betapa sulitnya periode yang sedang dialami klub berjuluk The Seagulls ini. Pertandingan melawan Brentford hari ini akan menjadi krusial bagi Brighton untuk mencoba membalikkan keadaan dan menjauh dari ancaman degradasi.