Bripka Bayu Angga: Polisi yang Mengajar Bahasa Inggris di Madrasah Terpencil Cianjur

Author Image

Irfan

11 Februari 2026

Bripka Bayu Angga Kusumanegara Mengajar Bahasa Inggris Kepada Siswa Madrasah Ibtidaiyah (mi) Al Jihad. (foto: Dok. Istimewa)
Bripka Bayu Angga Kusumanegara mengajar Bahasa Inggris kepada siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Jihad. (Foto: dok. Istimewa)

Cianjur, Jawa Barat – Di tengah keterbatasan fasilitas dan minimnya tenaga pengajar, seorang anggota polisi bernama Bripka Bayu Angga Kusumanegara mendedikasikan dirinya sebagai guru relawan mata pelajaran Bahasa Inggris di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Jihad, Kampung Gunung Jantung, Desa Leuwikoja.

Kondisi Sekolah yang Memprihatinkan

MI Al Jihad saat ini menaungi 33 siswa dari dua Rukun Warga (RW). Bangunan sekolah yang didirikan sejak tahun 1972 ini kondisinya memprihatinkan. Kepala MI Al Jihad, Heni Salamina, mengungkapkan bahwa hanya sekitar 50 persen bangunan yang layak digunakan.

“Sekolah kami memiliki 33 siswa dari 2 RW, ini fasilitasnya juga lantainya masih belum stabil, bangunannya juga dari tahun ’72-an. (Kondisi bangunan) 50 persen layak digunakan, kadang-kadang kalau musim hujan saya berhentikan belajar takut atapnya roboh,” tutur Heni kepada detikcom, Kamis (5/2/2026).

Sekolah ini hanya memiliki tiga guru tetap, sehingga kehadiran Bripka Bayu sangat membantu. Heni bahkan mengusulkan Bayu sebagai kandidat Hoegeng Awards 2026 atas dedikasinya.

Awal Mula Bripka Bayu Mengajar

Heni menceritakan awal mula Bripka Bayu bergabung. Ia sering bertemu Bayu saat kunjungan ke kampung-kampung. Karena Bayu sering berbahasa Inggris, Heni pun mengajaknya untuk membantu mengajar di sekolahnya yang sangat membutuhkan guru Bahasa Inggris.

“Dulu kan Pak Bayu sering ada kunjungan ke kampung-kampung, saya sering ketemu sama dia. Terus dia sering berbahasa Inggris, saya usulkan gimana kalau misalkan mau nggak membantu di sekolah kami, karena kami sangat membutuhkan pelajaran berbahasa Inggris,” cerita Heni.

Bhabinkamtibmas Polsek Mande ini telah mengajar sukarela tanpa honor selama tiga tahun. Ia harus melewati medan terjal setiap kali pergi-pulang mengajar.

Dampak Positif Kehadiran Bripka Bayu

Kehadiran Bripka Bayu memberikan dampak positif bagi siswa MI Al Jihad. Heni menyebutkan bahwa beberapa siswanya berhasil menjadi nomor satu di sekolah SMP mereka berkat bimbingan Bayu.

“Sekolah kami hanya memiliki 3 guru, Dengan adanya Pak Bayu kami sangat terbantu dalam bidang bahasa Inggris, anak-anak juga alhamdulillah ada yang keluaran dari MI Al Jihad mereka jadi nomor 1 di sekolah SMP-nya dengan berkat bantuan Pak Bayu itu. Dari pihak sekolah yang baru itu acung jempol,” kata Heni.

Meskipun fasilitas terbatas, siswa-siswi tetap semangat belajar. Namun, perjalanan menuju sekolah tidaklah mudah. Heni mengaku kasihan melihat Bayu yang sering terjatuh dari motor karena medan yang licin saat musim hujan.

“Saya juga pernah sama Pak Bayu, kasihan dia terjatuh, bajunya sampai compang-camping, sepatunya robek. Saya juga kasihan, tapi gimana ya karena dia terjatuh dari motor. Bukan satu kali dua kali, tapi agak sering sih, karena medan perjalanan juga, kalau musim hujan kan licin,” jelasnya.

Bripka Bayu mengajar setiap Selasa atau Jumat, tergantung agenda dinasnya. Antusiasme siswa sangat tinggi, mereka kerap bertanya kapan Bayu akan kembali mengajar.

Perjuangan Bripka Bayu dan Dukungan Pihak Atasan

Bripka Bayu Angga Kusumanegara mengungkapkan bahwa ia tergerak mengajar karena melihat kondisi sekolah yang memprihatinkan dan kekurangan tenaga pengajar saat melakukan kunjungan ke desa binaan pada tahun 2022.

“Kebetulan desa tersebut merupakan desa binaan, saya tergerak secara nurani dan serta sosial karena melihat kondisi sekolah karena sangat memprihatinkan, juga kekurangan tenaga pengajar serta fasilitas sarana dan prasarana,” kata Bayu kepada detikcom.

Jarak tempuh menuju sekolah sekitar 1 jam 45 menit dari Polsek, dengan medan yang terjal dan berbukit. Bayu mengajar Bahasa Inggris Dasar untuk kelas 5 dan 6 SD.

“Saya tergerak mengabdikan diri mengajar di situ, lokasinya lumayan cukup jauh medan terjal, jarak dari Polsek kurang lebih 1 jam 45 menit, itu saya mengajar Bahasa Inggris Dasar untuk kelas 5 dan 6 SD,” ucap dia.

Pimpinan Polsek hingga Polres memberikan dukungan penuh kepada Bayu untuk mengajar. Ia mengaku memiliki kemampuan dasar Bahasa Inggris dan rutin mengajar dua kali seminggu, namun disesuaikan dengan situasi dan kondisi tugas kepolisian.

Berkat laporan Bayu mengenai kondisi sekolah, bantuan pun mengalir. Kapolres Cianjur memberikan bantuan listrik untuk sekolah yang baru dinikmati sejak dua tahun terakhir.

“Sekarang alhamdulillah kemarin tahun 2023 ada dapat bantuan listrik dari Pak Kapolres, awalnya belum ada listrik, sekarang belum ada punya MCK, beberapa bangku mungkin agak kurang layak karena aksesnya jauh,” jelasnya.

MI Al Jihad merupakan satu-satunya sekolah dasar di desa tersebut. Akses menuju kampung hanya bisa dilalui kendaraan roda dua, terutama saat musim hujan.

Pentingnya Pendidikan untuk Generasi Penerus

Bagi Bripka Bayu, pendidikan adalah kunci bagi generasi penerus bangsa. Ia ingin anak-anak di pedesaan mendapatkan pendidikan yang layak, setara dengan anak-anak di perkotaan.

“Saya lebih concern ke bidang pendidikan, selain mengajar MI Al Jihad, sering juga kunjungan ke sekolah lain di luar binaan saya. Kita ada program Police Goes to School, seperti kenakalan remaja, stop bullying, banyak program yang disampaikan di luar sekolah yang tempat saya mengajar,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa Bahasa Inggris sangat penting di era digital ini. Ia berupaya memajukan kualitas sumber daya manusia di desa binaannya agar tidak tertinggal.

Bersama kepala sekolah, Bayu juga aktif mencari donatur untuk memperbaiki sarana dan prasarana sekolah secara bertahap.

“Kita sama kelapa sekolah sedikit-sedikit, sekarang sudah dicat, ada dermawan kita swadaya, karena kalau pengajuan resmi agak sulit. Jadi kita swadaya sebisa mungkin, sama kepala sekolah, Pak RT juga dibantu sama warga,” pungkasnya.