BSI Salurkan Remitansi Rp116 Triliun Sepanjang 2025, Dorong Ekonomi Pekerja Migran

Author Image

Hodak

21 Februari 2026

bank syariah indonesia, remitansi bsi, pekerja migran indonesia, literasi keuangan syariah, anton sukarna

PT Tbk (BSI) berhasil menyalurkan dana remitansi senilai Rp116 triliun sepanjang tahun 2025. Capaian impresif ini didukung oleh 1,8 juta transaksi, menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 9 persen secara tahunan (year-on-year). Angka tersebut menegaskan peran strategis BSI dalam memfasilitasi aliran dana dari (PMI) di berbagai belahan dunia ke Tanah Air.

Direktur Sales & Distribution BSI, , mengungkapkan bahwa pertumbuhan ini merupakan hasil dari ekspansi jaringan yang agresif. BSI kini memiliki jaringan remitansi di 14 negara dengan dukungan lebih dari 30 mitra global. Ekspansi ini menjadi respons langsung terhadap lonjakan kebutuhan transaksi perbankan syariah di kalangan PMI.

Strategi Penguatan Remitansi Syariah dan Literasi Keuangan

Anton Sukarna menyoroti Malaysia sebagai salah satu kantong transaksi terbesar bagi BSI. Di negara tersebut, BSI berupaya masuk lebih dalam dengan menyediakan layanan yang mudah diakses. Memasuki awal tahun 2026, BSI semakin memperkuat sinerginya dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur melalui program literasi keuangan khusus untuk PMI.

Program literasi ini dirancang tidak hanya untuk memberikan edukasi, tetapi juga mendorong aktivitas transaksi keuangan syariah secara langsung. PMI diperkenalkan pada pengelolaan keuangan yang lebih terencana, termasuk pemanfaatan produk tabungan, investasi syariah seperti Tabungan Emas, hingga pentingnya menyalurkan devisa ke dalam negeri melalui jalur resmi. Selain itu, BSI juga mendorong penggunaan superapps BYOND by BSI untuk pengiriman uang lintas negara.

Dalam mengembangkan bisnis remitansi, BSI mengimplementasikan strategi dua jalur. Pertama, pendekatan business to business (B2B) untuk menggenjot volume remitansi melalui kerja sama dengan mitra. Kedua, business to customer (B2C) untuk mengakselerasi aktivasi layanan digital di kalangan nasabah migran. Strategi ini bertujuan untuk memperkuat pengelolaan arus dana PMI dari luar negeri ke berbagai daerah di Indonesia.

Remitansi sebagai Penggerak Ekonomi Daerah

Layanan saat ini telah menjangkau 14 negara, meliputi Malaysia, Hong Kong, Singapura, Jepang, Australia, Uni Emirat Arab, Brunei Darussalam, Korea Selatan, Selandia Baru, Qatar, Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan Indonesia. Anton Sukarna menegaskan bahwa remitansi bukan sekadar transaksi, melainkan juga penggerak ekonomi daerah yang signifikan.

“Kami ingin PMI bukan hanya mengirim uang, tapi membangun masa depan keuangan yang lebih kuat dan aman,” ujar Anton Sukarna, menekankan visi BSI untuk membantu PMI menciptakan fondasi keuangan yang lebih kokoh bagi keluarga mereka.

Secara makro, remitansi dari PMI juga memiliki peran krusial bagi perekonomian nasional. Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa meskipun Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) secara keseluruhan defisit pada tahun 2025, kinerja transaksi berjalan menunjukkan perbaikan signifikan. Peningkatan surplus neraca pendapatan sekunder, yang dipengaruhi oleh kenaikan remitansi PMI, menjadi salah satu bantalan positif yang membantu menekan defisit NPI.