Bupati Garut Syakur Amin Soroti Kebersihan Diri, Hati, dan Lingkungan di Momen Ramadan dan HJG 213

Author Image

Hodak

21 Februari 2026

Trending Image 1771624341

GARUT – Bupati Garut menyerukan pentingnya menjaga kebersihan secara menyeluruh, meliputi kebersihan diri, hati, dan lingkungan, dalam rangkaian peringatan (HJG) ke-213 dan menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Penekanan ini disampaikan dalam berbagai kesempatan, termasuk saat memimpin aksi bersih-bersih massal dan mengisi Kuliah Subuh.

Pada Kamis, 19 Februari 2026, Bupati Syakur Amin memanfaatkan momentum Kuliah Subuh yang dirangkaikan dengan pembukaan Paket Persis Garut Kota di Aula Pesantren Persis 19, Kecamatan Garut Kota. Dalam tausiyahnya, ia mengusung tema “Menjaga Kebersihan dan Kelestarian Lingkungan Alam Kita Sebagian dari Iman,” menegaskan bahwa Ramadan adalah waktu yang tepat untuk menyucikan diri dan lingkungan.

Sehari sebelumnya, pada Rabu, 18 Februari 2026, Bupati juga menyampaikan pesan serupa saat melaksanakan salat Tarawih pertama Ramadan 1447 H di Masjid Agung Garut. Ia menggarisbawahi tiga aspek kebersihan yang krusial selama Ramadan: kebersihan fisik, kebersihan hati, dan . Selain itu, untuk memastikan pelayanan publik tetap optimal selama bulan puasa, Bupati Syakur Amin menetapkan jam kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut dimulai pukul 06.30 WIB, memungkinkan pegawai menunaikan salat Subuh dan tadarus tanpa mengurangi waktu pelayanan.

Komitmen terhadap kebersihan lingkungan juga ditunjukkan melalui “Gerakan Ngariksa Hate” yang dipimpin Bupati Syakur Amin pada Jumat, 13 Februari 2026. Aksi kebersihan massal ini dilaksanakan di sepanjang Jalan Ibrahim Adjie, Kecamatan Tarogong Kaler, dalam rangka HJG ke-213 dan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026. Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari jajaran pemerintah, DPRD, TNI-Polri, hingga masyarakat.

Bupati menegaskan bahwa gerakan bersih-bersih ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan wujud nyata pelaksanaan instruksi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan secara nasional. Ia juga mengingatkan bahwa Kabupaten Garut pernah meraih predikat sebagai salah satu kota terbersih di Indonesia, sebuah capaian yang harus menjadi pengingat untuk menjaga konsistensi kebersihan.

Untuk memperkuat komitmen tersebut, Bupati menginstruksikan Sekretaris Daerah (Sekda) Garut untuk segera menerbitkan Surat Edaran (SE) yang ditujukan kepada seluruh instansi, mulai dari perkantoran, sekolah, hingga puskesmas, agar menggalakkan kegiatan kebersihan secara berkelanjutan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Garut, Jujun Juansyah Nurhakim, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan Himbauan Bupati Garut Nomor 400.14.1.1/637/UM tentang gerakan kebersihan gotong royong secara serentak.

Di sisi lain, upaya menjaga kebersihan juga datang dari aparat keamanan. Pada Kamis, 19 Februari 2026, jajaran Satuan Samapta Polres Garut melaksanakan “Gerakan Bersih-Bersih Masjid” di Masjid Jami Al-Amar, Karangpawitan. Kegiatan ini bertujuan menciptakan lingkungan masjid yang bersih dan nyaman untuk ibadah, sekaligus sebagai langkah preventif menjaga kesehatan masyarakat. Kasat Samapta Polres Garut, AKP Ardiyanto, menyatakan, “Melalui kegiatan korve ini, kami berharap lingkungan masjid menjadi lebih bersih dan nyaman, sehingga jamaah dapat beribadah dengan khusyuk. Selain itu, kebersihan lingkungan juga menjadi langkah pencegahan terhadap berbagai macam penyakit.”

Permasalahan sampah di Garut memang menjadi perhatian serius. Volume sampah di Kabupaten Garut diperkirakan mencapai sekitar 230 hingga 287 ton per hari, dengan kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pasirbajing yang terbatas. DLH Garut terus menekankan pentingnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam memilah serta mengelola sampah dari sumbernya. Selain itu, pembakaran sampah juga dilarang sesuai Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 karena dampak berbahaya bagi kesehatan dan risiko kebakaran.

Pemerintah Kabupaten Garut juga terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak untuk mengatasi masalah sampah, termasuk melalui Forum Group Discussion (FGD) dan program seperti pembangunan jalan aspal plastik untuk memanfaatkan sampah. Dengan berbagai inisiatif ini, Pemkab Garut optimis dapat mewujudkan target “Garut Zero Waste” demi lingkungan yang lebih bersih dan sehat.