California telah mengalami bulan Maret 2026 yang luar biasa hangat, mencatat rekor suhu tertinggi sepanjang sejarah di berbagai wilayah. Meskipun ada sedikit penurunan suhu sesekali di beberapa area menjelang akhir bulan, kondisi keseluruhan tetap jauh di atas normal musiman, memicu kekhawatiran serius tentang dampak jangka panjang terhadap pasokan air dan risiko kebakaran hutan.
Maret 2026: Bulan Penuh Rekor Suhu
Sepanjang Maret 2026, sebagian besar California dan wilayah Barat Amerika Serikat dilanda gelombang panas yang belum pernah terjadi sebelumnya. Suhu di banyak lokasi melonjak 11 hingga 17 derajat Celsius (20-30 derajat Fahrenheit) di atas rata-rata historis. Puncak suhu harian seringkali mencapai 30-an derajat Celsius (80-90-an Fahrenheit). Bahkan, beberapa daerah di California Selatan, seperti North Shore di Riverside County, sempat menyamai rekor suhu tertinggi bulan Maret di AS dengan 42 derajat Celsius (108 derajat Fahrenheit).
Di Sacramento, rata-rata suhu tertinggi untuk bulan Maret, jika dihitung hingga hari ini, mencapai 25,1 derajat Celsius (77,2 derajat Fahrenheit), jauh melampaui normal musiman yang biasanya 18,3 derajat Celsius (65 derajat Fahrenheit). Sementara itu, di San Francisco, suhu rata-rata dari 1 hingga 25 Maret tercatat 17 derajat Celsius (62,6 derajat Fahrenheit), 3,4 derajat Celsius (6,2 derajat Fahrenheit) lebih tinggi dari rata-rata periode 1991-2020.
‘Heat Dome’ dan Perubahan Iklim Jadi Pemicu
Fenomena cuaca ekstrem ini sebagian besar disebabkan oleh sistem tekanan tinggi yang kuat, yang dikenal sebagai ‘heat dome’, yang telah menjebak panas di atas wilayah tersebut. Ahli iklim Universitas California, Daniel Swain, menegaskan bahwa semua ekstrem cuaca yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir, mulai dari panas ekstrem hingga kekeringan dan kebasahan ekstrem, serta kebakaran hutan yang parah, memiliki kaitan yang jelas dengan perubahan iklim.
“Ini adalah salah satu peristiwa panas yang paling anomali yang pernah kami amati di Amerika Serikat Barat Daya,” ujar Daniel Swain. Meteorolog KCRA, Tamara Berg, juga menjelaskan bahwa ‘heat dome’ ini bekerja seperti tutup panci yang menahan panas di Lembah Sacramento. Perubahan iklim telah memperparah pola cuaca panas, membuatnya lebih intens dan berkepanjangan.
Penurunan Suhu Relatif di Tengah Kehangatan
Meskipun bulan Maret secara keseluruhan sangat hangat, beberapa wilayah California mengalami periode “pendinginan” singkat atau “selingan lebih dingin/basah” saat bulan Maret berakhir dan April dimulai. Namun, pendinginan ini bersifat relatif. Misalnya, di Wilayah Teluk, penurunan suhu di tengah minggu terasa “dalam artian relatif,” dengan suhu tetap di atas normal musiman.
Untuk akhir pekan 29-30 Maret 2026, suhu di Wilayah Teluk diperkirakan akan kembali melonjak. Meskipun Sabtu (28 Maret) mungkin terasa sedikit lebih sejuk di sepanjang pantai dan teluk karena angin laut yang lebih awal, wilayah pedalaman masih diperkirakan mencapai awal 30-an derajat Celsius (low 80s Fahrenheit). Di California Selatan, suhu diperkirakan akan turun signifikan pada Senin (30 Maret) dengan potensi hujan pada Selasa dan Rabu, setelah akhir pekan yang luar biasa hangat.
Dampak Serius pada Lingkungan dan Sumber Daya Air
Gelombang panas yang berkepanjangan ini telah menimbulkan kekhawatiran besar, terutama terkait dengan pasokan air California. Salju di pegunungan Sierra Nevada, yang merupakan sepertiga dari pasokan air negara bagian, mencair dengan cepat akibat suhu tinggi. Hal ini berpotensi menyebabkan tingkat salju terendah pada 1 April, yang secara historis merupakan puncak akumulasi salju.
Selain itu, Maret 2026 juga tercatat sebagai bulan Maret terkering kedua dalam lebih dari satu abad pencatatan di San Francisco, dengan hanya 0,06 inci hujan hingga 25 Maret. Kondisi ini meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan yang lebih parah di musim panas mendatang. Meskipun demikian, model cuaca menunjukkan adanya peluang presipitasi saat Maret berakhir dan April dimulai, memberikan sedikit harapan untuk meredakan kekeringan.