Rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili mencapai puncaknya dengan kemeriahan Cap Go Meh 2026 yang jatuh pada Selasa, 3 Maret 2026. Tahun ini, perayaan yang menandai malam kelima belas setelah Imlek tersebut memiliki makna istimewa karena bertepatan dengan bulan suci Ramadan, menciptakan potret harmoni dan toleransi budaya yang kental di berbagai penjuru Indonesia, termasuk Jakarta.
Parade Megah di SCBD Jakarta dan Rekor Lontong Cap Go Meh
Ibu Kota Jakarta menjadi salah satu pusat kemeriahan dengan digelarnya “Ride To Luck – Cap Go Meh Festival” di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD) pada Minggu, 1 Maret 2026. Festival ini menampilkan beragam atraksi seni dan budaya yang sarat nilai keberagaman dan akulturasi Nusantara. Pengunjung disuguhi parade liong, barongsai, ondel-ondel, hingga alunan musik gambang kromong yang memukau, menunjukkan perpaduan budaya Tionghoa dan lokal Indonesia.
Tak hanya di SCBD, semangat Cap Go Meh juga terasa di berbagai titik strategis Jakarta. Kawasan Pecinan Glodok menawarkan nuansa klasik dengan atraksi barongsai dan ritual doa, sementara Pantjoran PIK menyuguhkan inovasi modern melalui pertunjukan naga Liong UV yang dipadukan dengan musik langsung, serta festival kuliner tradisional dan modern. Sebuah pencapaian membanggakan juga diraih dalam Festival Imlek Nasional 2026 di Lapangan Benteng, Jakarta, yang berhasil memecahkan Rekor Dunia Guinness untuk “Penyajian Lontong Cap Go Meh Terbanyak dalam 8 Jam” dengan 5.054 porsi. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menyoroti bahwa hidangan lontong Cap Go Meh ini merupakan simbol akulturasi kuliner dan inklusivitas Indonesia.
Di sisi sosial, Perkumpulan The Lions turut menunjukkan kepeduliannya melalui kegiatan “Cap Go Meh Peduli Lansia 2026” pada 1 Maret 2026. Acara ini mengundang 100 lansia dari 10 panti jompo dan mendonasikan Rp150 juta untuk perbaikan fasilitas panti. Ketua Panitia Cap Go Meh 2026, Ie Riyadi Andhika, menyatakan bahwa kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahun sejak 2000 sebagai wadah penggalangan dana dan silaturahmi.
Perayaan di Berbagai Kota dan Adaptasi Ramadan
Kemeriahan Cap Go Meh 2026 tidak hanya terpusat di Jakarta, melainkan juga menyebar ke berbagai kota besar di Indonesia dengan ciri khasnya masing-masing. Singkawang, Kalimantan Barat, kembali menjadi episentrum perayaan terbesar dengan pawai Tatung yang ikonik, festival lampion, dan bazar Imlek. Di Bogor, Bogor Street Festival di Jalan Suryakencana pada 3 Maret 2026 disesuaikan jadwalnya, dengan pawai budaya yang dimulai pada malam hari setelah salat Tarawih untuk menghormati umat Muslim yang berpuasa.
Pontianak, Kalimantan Barat, juga tak kalah semarak dengan Parade Naga Bersinar yang menampilkan 49 kelompok naga dengan panjang bervariasi, yang dijadwalkan berlangsung pada 3 Maret 2026 malam hari di sepanjang Jalan Gajah Mada. Sementara itu, di Makassar, Festival Jappa Jokka Cap Go Meh yang berlangsung dari 28 Februari hingga 1 Maret 2026 di Jalan Sulawesi diwarnai dengan pasar murah, ngabuburit, hingga buka puasa bersama.
Makna dan Tradisi Cap Go Meh
Cap Go Meh, yang secara harfiah berarti “malam kelima belas” dalam dialek Hokkien, merupakan penutup rangkaian perayaan Imlek dan sering disebut juga sebagai Festival Lampion. Perayaan ini memiliki makna mendalam sebagai ungkapan syukur atas rezeki, harapan akan keberuntungan, dan kebersamaan keluarga. Tradisi yang lazim ditemui meliputi pawai barongsai dan liong yang dipercaya membawa keberuntungan dan mengusir roh jahat, festival lampion sebagai simbol harapan dan kemakmuran, serta tradisi makan bersama keluarga dengan hidangan khas seperti lontong Cap Go Meh dan mi panjang umur.
Meskipun Cap Go Meh 2026 bukan merupakan hari libur nasional, semangat kebersamaan dan toleransi yang terjalin dalam perayaan ini, terutama saat beriringan dengan bulan Ramadan, semakin memperkaya khazanah budaya Indonesia.