Cap Go Meh 2026 Jatuh pada 3 Maret, Masyarakat Siap Sambut Puncak Perayaan Imlek

Author Image

Hodak

21 Februari 2026

cap go meh, imlek 2026, tradisi tionghoa, singkawang, festival lampion

Rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili akan segera mencapai puncaknya dengan peringatan 2026. Momen yang dinanti-nantikan ini dijadwalkan jatuh pada Selasa, 3 Maret 2026. Bagi masyarakat Tionghoa, Cap Go Meh bukan hanya sekadar penutup Imlek, melainkan juga sarat akan makna spiritual dan kebersamaan.

Jika dihitung dari hari ini, Sabtu, 21 Februari 2026, perayaan Cap Go Meh tinggal 11 hari lagi. Perhitungan ini mencakup sisa delapan hari di bulan Februari dan tiga hari pertama di bulan Maret hingga tanggal perayaan.

Makna dan Sejarah Cap Go Meh

Istilah “Cap Go Meh” berasal dari dialek Hokkien yang secara harfiah berarti “malam kelima belas” (Cap = sepuluh, Go = lima, Meh = malam). Di Tiongkok, perayaan ini juga dikenal dengan nama Yuanxiao Jie atau , serta Shangyuanjie. Cap Go Meh menandai hari ke-15 setelah Tahun Baru Imlek, sekaligus menjadi penutup seluruh rangkaian perayaan Imlek.

Secara historis, tradisi Cap Go Meh telah ada sejak masa Dinasti Han, sekitar abad ke-17 Masehi atau antara 206 SM hingga 220 M. Awalnya, perayaan ini merupakan ritual penghormatan kepada Dewa Thai Yi atau Sang Buddha, yang mulanya hanya dilakukan di lingkungan istana. Namun, setelah berakhirnya Dinasti Han, tradisi ini mulai dikenal luas dan dirayakan oleh masyarakat umum.

Cap Go Meh memiliki makna mendalam sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan dewa-dewi atas rezeki yang telah diterima di tahun sebelumnya, serta memohon kebahagiaan dan kelancaran untuk tahun yang akan datang. Perayaan ini juga bertepatan dengan bulan purnama pertama setelah Imlek, melambangkan kesempurnaan, kebersamaan, dan keharmonisan keluarga. Nilai-nilai seperti kesetiaan, integritas, kesopanan, kebenaran moral, kehormatan, bakti, kebajikan, dan kasih sayang juga tercermin dalam perayaan ini.

Tradisi dan Kemeriahan di Indonesia

Di Indonesia, Cap Go Meh dirayakan secara meriah di berbagai daerah dengan komunitas Tionghoa yang besar, meskipun bukan merupakan hari libur nasional. Berbagai tradisi khas turut memeriahkan suasana, antara lain:

  • Festival Lampion: Lampion berwarna-warni digantung di rumah, kuil, dan jalanan, melambangkan harapan yang lebih cerah dan mengusir kesialan.
  • Pertunjukan Barongsai dan Liong: Atraksi tarian singa dan naga ini menjadi daya tarik utama, melambangkan keberuntungan dan semangat baru.
  • Kuliner Khas: Hidangan seperti Tangyuan (bola-bola ketan manis) atau ronde yang melambangkan reuni dan keutuhan, serta Lontong Cap Go Meh yang merupakan perpaduan budaya Tionghoa dan Jawa, kerap disajikan.
  • Kumpul Keluarga: Momen ini menjadi ajang untuk berkumpul dan makan bersama keluarga, mempererat tali silaturahmi.

Beberapa daerah di Indonesia memiliki tradisi perayaan Cap Go Meh yang sangat khas:

  • : Dikenal sebagai pusat perayaan Cap Go Meh terbesar di Asia Tenggara, Singkawang menyelenggarakan Pawai Tatung. Ritual ini melibatkan orang-orang terpilih yang dirasuki roh baik untuk membersihkan kota dari roh jahat, memadukan kepercayaan Tionghoa dan tradisi lokal Dayak.
  • Bogor: Perayaan dipusatkan dalam Bogor Street Festival di Jalan Suryakencana. Mengingat Cap Go Meh 2026 bertepatan dengan bulan Ramadan, pawai budaya akan dimulai pada malam hari setelah salat Tarawih, sebagai bentuk penghormatan terhadap umat Muslim yang berpuasa.
  • Jakarta: Pusat perayaan tersebar di Pecenongan, Petak Sembilan Glodok, Taman Budaya Tionghoa TMII, hingga Pantai Indah Kapuk (PIK) yang menampilkan inovasi modern seperti Liong UV.
  • Makassar: Menggelar Jappa Jokka Cap Go Meh di sepanjang Jalan Sulawesi, yang juga disesuaikan dengan nuansa Ramadan dengan pasar murah, ngabuburit, buka puasa bersama, dan Hasamitra Heritage Run.

Bukan Hari Libur Nasional

Meskipun Cap Go Meh merupakan perayaan penting, tanggal 3 Maret 2026 tidak ditetapkan sebagai hari libur nasional atau cuti bersama. Merujuk pada Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026, hari libur yang berkaitan dengan perayaan Tionghoa hanya diberikan saat Tahun Baru Imlek. Dengan demikian, aktivitas kerja dan sekolah akan tetap berjalan normal pada tanggal tersebut.