Michael Carrick, yang kini menjabat sebagai manajer interim Manchester United, secara terbuka menyatakan keinginannya untuk menduduki posisi manajer permanen di Old Trafford. Pernyataan ini muncul setelah ia berhasil membawa perubahan signifikan dan awal yang impresif sejak mengambil alih kendali tim pada 13 Januari 2026.
Mantan gelandang legendaris Setan Merah ini menggambarkan peran tersebut sebagai “peran utama” dan menegaskan kecintaannya terhadap pekerjaan yang sedang ia jalani. “Ini bukan jawaban standar – bagi saya, ini adalah peran utama. Saya sangat menikmatinya, saya menyukai apa yang saya lakukan,” ujar Carrick. Ia menambahkan bahwa dirinya merasa beruntung dan terhormat berada di posisi tersebut, serta selalu merencanakan masa depan jangka panjang demi kepentingan klub.
Sejak menggantikan Ruben Amorim, Carrick telah memimpin Manchester United dalam lima pertandingan tanpa kekalahan, mencatatkan empat kemenangan dan satu hasil imbang. Di bawah arahannya, United berhasil menumbangkan tim-tim kuat seperti Manchester City dan Arsenal, serta mengalahkan Fulham dan Tottenham, sebelum bermain imbang dengan West Ham United. Performa gemilang ini mengangkat posisi United ke peringkat keempat di Liga Primer. Para pemain seperti Kobbie Mainoo, Amad Diallo, Luke Shaw, dan Harry Maguire disebut-sebut telah menunjukkan peningkatan performa di bawah asuhan Carrick, yang juga mendapat dukungan kuat dari para penggemar.
Meskipun demikian, manajemen Manchester United dilaporkan masih bersikap hati-hati. Klub berencana untuk mengamati keberlanjutan sistem yang diterapkan Carrick setidaknya hingga Mei, dengan kekhawatiran mengenai “kurangnya pengalaman” Carrick sebagai manajer permanen. United juga disebut masih mempertimbangkan kandidat lain untuk posisi manajer tetap.
Sebelum kembali ke Old Trafford, Carrick memiliki pengalaman sebagai manajer Middlesbrough dari Oktober 2022 hingga Juni 2025. Di musim pertamanya, ia sukses membawa Middlesbrough dari posisi ke-21 ke peringkat keempat Championship, meski akhirnya kalah di semifinal play-off. Namun, setelah finis di posisi kedelapan dan kesepuluh pada musim-musim berikutnya, ia diberhentikan pada musim panas 2025. Ini adalah kali kedua Carrick menjabat sebagai manajer interim di United, setelah sebelumnya sempat memimpin tiga pertandingan tanpa kekalahan pada November-Desember 2021 pasca pemecatan Ole Gunnar Solskjær.
Dalam menjalankan tugasnya, Carrick didampingi oleh staf pelatih yang solid, termasuk Steve Holland sebagai asisten, serta Jonathan Woodgate, Jonny Evans, dan Travis Binnion. Ia dikenal dengan pendekatan taktis yang terstruktur, seringkali menggunakan formasi 4-2-3-1 atau 4-3-3, yang menekankan disiplin posisi dan pola pembangunan serangan yang jelas. Dengan kontrak interim yang akan berakhir pada Juni 2026, dan gaji dilaporkan sebesar £1,75 juta untuk kesepakatan enam bulan, masa depan Michael Carrick di Manchester United akan menjadi salah satu keputusan paling dinanti di akhir musim ini.