Wilayah Castelli Romani, termasuk ibu kota Roma dan area pesisirnya di Italia tengah, dilanda cuaca ekstrem pada Kamis (12/3/2026). Hujan lebat disertai badai petir dan penurunan suhu drastis mewarnai hari tersebut, bahkan menyebabkan genangan air di Bandara Internasional Fiumicino.
Departemen Perlindungan Sipil Italia telah mengeluarkan peringatan kuning (allerta gialla) untuk sebagian wilayah Lazio dan Umbria, mengantisipasi potensi dampak hidrologi dan hidrologis. Kondisi cuaca buruk ini dipicu oleh masuknya palung Atlantik di laut barat yang meningkatkan ketidakstabilan atmosfer di sebagian wilayah semenanjung tengah Italia.
Hujan deras yang mengguyur Roma dan Castelli Romani pada Kamis pagi menyebabkan infiltrasi air di Terminal 1 dan 3 Bandara Fiumicino. Seorang meteorolog, Marco M.M., bahkan membagikan video di platform X yang menunjukkan hujan es di area bandara, membuat landasan pacu tampak tertutup lapisan es.
Meskipun demikian, pihak Bandara Fiumicino memastikan bahwa operasional bandara dan jadwal penerbangan tetap berjalan normal. Dalam pernyataan resminya, Aeroporto di Fiumicino menyampaikan, “Buongiorno, ti ringraziamo per la segnalazione dan cogliamo l’occasione per precisare che a causa delle piogge di eccezionale intensità che si sono abbattute questa mattina su Roma dan sul litorale si sono verificate alcune infiltrazioni d’acqua nei Terminal 1 dan 3 dell’aeroporto di Fiumicino. Immediato l’intervento di una nostra task force composta da tecnici, ingegneri dan personale di Adr Cleaning che ha provveduto al rapido ripristino delle aree interessate. Operatività dello scalo e voli sempre regolari.”
Peringatan dini dari Protezione Civile Regione Lazio sebelumnya telah mengindikasikan potensi hujan lebat di wilayah tersebut. Pusat Fungsional Regional juga mengeluarkan peringatan kuning untuk risiko hidrogeologis di beberapa wilayah Lazio, yang berlaku mulai Kamis pagi selama 12-18 jam ke depan. Pemerintah daerah diimbau untuk mengaktifkan prosedur yang diatur dalam rencana perlindungan sipil.
Penurunan suhu diperkirakan mencapai 5-10 derajat Celsius, membawa kembali nilai-nilai khas musim dingin bahkan di Italia Tengah-Selatan, dengan suhu maksimum yang sulit melampaui 12-13 derajat Celsius. Untuk hari Jumat (13/3/2026), prakiraan cuaca di Roma menunjukkan sebagian besar cerah di siang hari dan cerah di malam hari, dengan peluang hujan sekitar 25% di siang hari dan 15% di malam hari. Suhu diperkirakan berkisar antara 7°C hingga 17°C.
Meskipun demikian, kondisi cuaca dingin dan tidak stabil diperkirakan akan berlanjut. Sebuah gangguan Atlantik baru diprediksi akan tiba mulai Sabtu (14/3/2026), terutama memengaruhi Italia Barat Laut. Bahkan, kondisi seperti musim dingin dengan udara dingin polar maritim dan potensi salju lebat di pegunungan Apennine pada ketinggian rendah diperkirakan terjadi pada minggu depan, sekitar 18-19 Maret.