Charles Leclerc: “Ini Lelucon Gila!” Kritik Pedas Aturan Kualifikasi F1 Suzuka

Pembalap andalan , , meluapkan kekesalannya secara terang-terangan terhadap regulasi baru kualifikasi setelah sesi di , Jepang, pada Jumat, 28 Maret 2026. Leclerc, yang berhasil menempati posisi keempat, dengan tegas menyebut aturan tersebut sebagai “lelucon gila” melalui radio timnya.

Kritik pedas dari pembalap Monako ini muncul setelah ia merasa performanya terhambat oleh sistem manajemen energi yang baru. Regulasi terkini mengharuskan pembagian output daya listrik dan mesin pembakaran internal secara 50/50, yang secara signifikan mengubah cara pembalap mendekati sesi kualifikasi.

Leclerc menjelaskan bahwa kesalahan kecil saat melaju di tikungan, seperti sedikit selip di tikungan Spoon, dapat berdampak besar pada penyaluran energi di lintasan lurus berikutnya, menyebabkan hilangnya waktu yang krusial. “Saya sungguh tidak tahan dengan aturan baru untuk kualifikasi ini… ini lelucon gila!” ujarnya dengan nada frustrasi. “Demi Tuhan, saya kehilangan segalanya di lintasan lurus!” Ia merasa bahwa aturan ini membuat kualifikasi tidak lagi tentang mendorong batas fisik mobil, melainkan lebih kepada batasan energi yang tersedia.

Sebelum Grand Prix Jepang, Federasi Otomotif Internasional (FIA) sebenarnya telah berupaya mengatasi masalah serupa yang muncul di balapan sebelumnya di Australia dan Tiongkok. FIA mengurangi batas energi yang dapat dipulihkan selama satu putaran kualifikasi dari 9 megajoule (MJ) menjadi 8 MJ. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi praktik ‘lift-and-coast’ (mengangkat kaki dari pedal gas dan meluncur) yang berlebihan dan memungkinkan pembalap untuk melaju lebih alami.

Namun, bagi Leclerc, perubahan tersebut belum cukup. Ia merasa bahwa meskipun ada penyesuaian, sistem masih menghukum pembalap yang berani mengambil risiko. “Setiap kali Anda sedikit melewati batas, setiap kali Anda sedikit selip, ini akan memakan energi di sisi unit daya dan kemudian Anda membayar harganya lebih mahal,” kata Leclerc. Ia menambahkan bahwa saat ini, konsistensi lebih dihargai daripada keberanian, yang menurutnya mengurangi tantangan dalam kualifikasi.

Frustrasi Leclerc juga diamini oleh beberapa pembalap lain. Lando Norris dari McLaren dan Fernando Alonso dari Aston Martin juga menyatakan kekecewaan mereka terhadap kualifikasi Suzuka, dengan Norris bahkan menyebutnya “menyakitkan jiwa” melihat kecepatan mobil menurun drastis di lintasan lurus. Max Verstappen dari Red Bull juga dilaporkan frustrasi setelah tersingkir di Q2. Di sisi lain, George Russell dan Lewis Hamilton dari Mercedes justru membela aturan baru yang lebih berfokus pada penggunaan energi listrik.

Insiden di Suzuka ini menyoroti kebutuhan mendesak bagi FIA untuk terus menyempurnakan regulasi kualifikasi, terutama terkait manajemen energi. Dengan unit daya hibrida modern, perubahan kecil dalam alokasi energi dapat memiliki efek signifikan pada waktu putaran. FIA dan Formula 1 dijadwalkan akan bertemu setelah Grand Prix Jepang untuk membahas regulasi baru ini secara lebih luas, dengan harapan dapat menemukan solusi yang lebih adil dan menantang bagi para pembalap.