Chelsea Tetap Lakukan Huddle Kontroversial di Tengah Lapangan Meski Diperingatkan PGMOL

chelsea, pgmol, premier league, liam rosenior, paul tierney

Klub raksasa Liga Primer Inggris, , kembali menjadi pusat perhatian publik sepak bola setelah para pemainnya secara terang-terangan tetap melakukan ritual ‘huddle’ di lingkaran tengah lapangan, tepat di atas bola, saat pertandingan melawan Newcastle United pada Sabtu, 14 Maret 2026. Aksi ini terjadi meskipun mereka telah menerima peringatan resmi dari Professional Game Match Officials Limited () sebelumnya.

Insiden tersebut semakin memanas karena wasit pertandingan, , yang seharusnya mengawasi jalannya laga, justru terjebak di tengah-tengah kerumunan pemain Chelsea. Momen canggung ini terekam jelas dan memicu perdebatan luas di kalangan penggemar serta pengamat sepak bola.

Peringatan PGMOL Diabaikan

Menurut laporan, staf Chelsea telah menerima peringatan dalam pertemuan pra-pertandingan dengan para ofisial dan perwakilan . Mereka diminta untuk tidak membentuk huddle di lingkaran tengah lapangan, terutama jika Newcastle yang akan melakukan tendangan awal. PGMOL menyarankan agar para pemain melakukan huddle di area lapangan mereka sendiri untuk menghindari potensi masalah atau konfrontasi. Namun, The Blues memilih untuk mengabaikan instruksi tersebut, melanjutkan tradisi yang mereka anggap sebagai simbol persatuan tim.

Reaksi Manajer Liam Rosenior dan Para Pengamat

Manajer Chelsea, Liam Rosenior, yang baru menjabat menggantikan Enzo Maresca pada Januari 2026, menyatakan kekecewaannya terhadap keterlibatan Paul Tierney dalam huddle tersebut. Rosenior menegaskan bahwa huddle adalah inisiatif para pemain untuk menunjukkan persatuan dan kepemimpinan, bukan keputusannya. Ia juga merasa bahwa fokus seharusnya tertuju pada keputusan wasit yang dinilai merugikan timnya, seperti dugaan penalti yang tidak diberikan kepada Cole Palmer, daripada masalah huddle.

“Saya akan berbicara dengan PGMOL dan para wasit untuk mencoba mendapatkan pemahaman mengapa hal itu terjadi hari ini,” ujar Rosenior, yang berencana mencari solusi atas polemik ini. Ia menambahkan, “Kami diberitahu, dalam buku peraturan, ini tentang waktu. Saya hanya ingin mencari solusi untuk ini. Kita berbicara tentang sesuatu yang tidak sepenting apa yang terjadi.”

Sementara itu, legenda Manchester United, Gary Neville, melontarkan kritik tajam terhadap kebiasaan huddle Chelsea. Ia menyebutnya sebagai “sangat aneh,” “benar-benar aneh,” dan “omong kosong” yang hanya “untuk pertunjukan.” Neville berpendapat bahwa jika sebuah tim masih membutuhkan motivasi 10 detik sebelum kick-off setelah persiapan berbulan-bulan, ada yang salah dengan persiapan mereka. Mantan wasit Premier League, Mark Clattenburg, juga mengkritik Paul Tierney karena membiarkan insiden itu terjadi, menyebutnya sebagai “sangat aneh” dan “citra yang buruk bagi wasit.”

Dampak dan Perubahan Selanjutnya

Insiden huddle ini bukan yang pertama kali dilakukan Chelsea. Mereka juga pernah melakukan hal serupa saat melawan Aston Villa, yang menimbulkan frustrasi di kalangan pemain lawan dan penggemar. Pertandingan melawan Newcastle sendiri berakhir dengan kekalahan 1-0 bagi Chelsea.

Menyusul kontroversi ini, Chelsea dilaporkan telah melakukan modifikasi pada ritual huddle mereka. Dalam pertandingan Liga Champions melawan Paris Saint-Germain, huddle dilakukan sedikit di luar lingkaran tengah dan tidak lagi mengelilingi bola. Perubahan ini mengindikasikan bahwa klub mulai mempertimbangkan dampak dari aksi mereka yang telah menarik perhatian yang tidak diinginkan. Liam Rosenior sendiri mengakui bahwa huddle tersebut telah menarik “perhatian yang tidak diinginkan” dan tim perlu mengubah lokasi pelaksanaannya.

Di tengah tekanan internal dan hasil buruk, termasuk tersingkir dari kompetisi piala, masa depan Liam Rosenior di Stamford Bridge juga menjadi sorotan. Insiden huddle ini menambah daftar polemik yang harus dihadapi pelatih muda tersebut.