Rivalitas abadi antara Chivas Guadalajara dan Deportivo Toluca kembali memanas, bukan hanya di lapangan hijau, melainkan juga di jagat media sosial. Pemicunya adalah keberhasilan Toluca meraih gelar Liga MX ke-12 mereka pada Apertura 2025 lalu, yang secara historis menyamai koleksi trofi Chivas. Momen ini sontak memicu reaksi keras dari para penggemar Chivas, membangkitkan kembali kenangan pahit dan manis, termasuk final Apertura 2006 yang ikonik.
Pada Desember 2025, Toluca berhasil mengamankan gelar Liga MX ke-12 mereka setelah mengalahkan Tigres di final Apertura 2025. Kemenangan ini bukan hanya sekadar penambahan trofi bagi Los Diablos Rojos, tetapi juga menjadi titik balik signifikan karena mereka kini sejajar dengan Chivas dalam jumlah gelar liga. Sebagai respons, Chivas mengunggah ucapan selamat kepada Toluca di platform media sosial mereka. Namun, alih-alih disambut positif, unggahan tersebut justru memicu “ledakan” kekecewaan dari para penggemar Chivas.
Para suporter Rebaño Sagrado meluapkan frustrasi mereka atas paceklik gelar yang dialami klub kesayangan mereka, sekaligus menyoroti fakta bahwa Toluca kini telah menyamai pencapaian historis mereka. Komentar-komentar pedas membanjiri unggahan tersebut, dengan banyak yang mengeluhkan kinerja tim dan mendesak manajemen untuk segera berbenah. Bahkan, para penggemar Club America, rival bebuyutan Chivas, turut meramaikan perdebatan, mengingatkan bahwa America telah lebih dulu melampaui kedua tim dalam jumlah gelar.
Situasi ini secara tidak langsung membangkitkan kembali memori final Apertura 2006, salah satu momen kejayaan terakhir Chivas di mana mereka berhasil menaklukkan Toluca. Final tersebut dikenang sebagai “pertarungan para raksasa” yang berlangsung sengit. Pada leg pertama, kedua tim bermain imbang 1-1, dengan Omar Bravo mencetak gol untuk Chivas dan Bruno Marioni menyamakan kedudukan untuk Toluca. Di leg kedua, Chivas berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 2-1, mengukuhkan diri sebagai juara. Salah satu gol paling berkesan dalam final itu dicetak oleh Adolfo “Bofo” Bautista, yang menjadi pahlawan bagi Chivas.
Kini, dengan tekanan yang semakin memuncak, Chivas di bawah asuhan pelatih Gabriel Milito menghadapi tantangan berat. Pada Sabtu, 28 Februari 2026, Chivas kembali berhadapan dengan Toluca dalam laga pekan ke-8 Clausura 2026 di markas Toluca, Estadio Nemesio Diez. Stadion ini dikenal sebagai tempat yang sulit bagi Chivas, mengingat rekor buruk mereka di sana. Dalam lima kunjungan terakhir, Chivas hanya mampu meraih empat hasil imbang dan satu kekalahan, tanpa sekalipun meraih kemenangan.
Salah satu kekalahan tersebut terjadi pada 15 Februari 2025, ketika Chivas takluk 2-1 dari Toluca di Nemesio Diez, dengan gol bunuh diri Hugo Camberos menjadi penentu. Toluca sendiri saat ini berada dalam performa yang sangat baik dan dikenal tangguh di kandang. Sejumlah pengamat sepak bola bahkan mulai mempertanyakan status Chivas sebagai tim “besar” di Liga MX, mengingat performa mereka yang kurang konsisten dan keberhasilan Toluca menyamai jumlah gelar. Laga krusial ini menjadi ajang pembuktian bagi Chivas untuk meredakan gejolak di antara para penggemar dan kembali menunjukkan taringnya di kancah sepak bola Meksiko.