Chivu: “Masa Lalu Tak Bisa Diubah,” Inter Milan Fokus Scudetto Usai Tersingkir dari Eropa

Pelatih , , menegaskan timnya harus segera mengalihkan fokus ke kompetisi domestik setelah tersingkir secara mengecewakan dari Liga Champions. Menjelang laga melawan Genoa pada Minggu, 1 Maret 2026, Chivu menekankan pentingnya menatap ke depan dan tidak terpaku pada hasil yang telah berlalu.

Inter Milan baru saja mengalami eliminasi dari Liga Champions setelah kalah agregat 2-5 dari tim Norwegia, Bodo/Glimt, termasuk kekalahan 1-2 di kandang pada Selasa lalu. Menanggapi kekalahan tersebut, Chivu menunjukkan sikap pragmatis. “Kami tidak punya waktu untuk berpikir, kami bermain setiap tiga hari,” ujar Chivu, menekankan jadwal padat yang dihadapi timnya. “Kami perlu memulihkan energi. Ini adalah kompetisi lain di mana kami telah tampil cukup baik sejauh ini. Kami perlu memberikan kontinuitas dan melangkah dengan mentalitas yang sama.”

Chivu juga sempat menyalahkan kelelahan pemain akibat jadwal pertandingan yang padat sebagai penyebab kekalahan di Liga Champions. Ia menyebut Inter telah memainkan 15 pertandingan sejak awal tahun 2026, jauh lebih banyak dibandingkan Bodo/Glimt yang baru empat kali bertanding. Meski mengakui “banyak rasa pahit” atas hasil tersebut, Chivu tetap memberikan selamat kepada Bodo/Glimt yang dinilainya pantas lolos.

Di Serie A, performa Nerazzurri justru sangat kontras. Inter Milan saat ini kokoh di puncak klasemen dengan keunggulan 10 poin dari rival sekota AC Milan, menyisakan 12 pertandingan. Tim asuhan Chivu telah memenangkan 13 dari 14 pertandingan terakhir mereka di liga, termasuk tujuh kemenangan beruntun. Superkomputer Opta bahkan memberikan peluang 95,9% bagi Inter untuk meraih Scudetto musim ini.

Ini adalah musim perdana Cristian Chivu sebagai pelatih kepala Inter Milan, setelah mengambil alih posisi Simone Inzaghi pada Juni 2025. Di awal musim, tepatnya pada 14 Desember 2025, Inter berhasil mengalahkan Genoa 2-1 di laga tandang, sebuah kemenangan yang mengembalikan mereka ke puncak klasemen. Kala itu, Chivu melontarkan “komentar pedas” kepada para pengkritik yang meragukan timnya, dengan mengatakan, “Lima Bulan Lalu Anda Bilang Kami Sudah Tamat.”

Salah satu pemain yang menjadi sorotan di bawah asuhan Chivu adalah penyerang muda . Pemain berusia 21 tahun itu didatangkan dari Parma pada Juli 2025 dengan biaya sekitar €25 juta, kembali bereuni dengan Chivu yang pernah melatihnya di Parma. Bonny menunjukkan performa menjanjikan dengan empat gol dari 11 penampilan Serie A hingga November 2025, meskipun belum menjadi starter reguler. Chivu sendiri memuji Bonny setelah kemenangan 4-1 atas Cremonese pada Oktober 2025, di mana Bonny mencetak satu gol dan tiga assist. “Saya senang untuknya: untuk golnya dan seberapa banyak dia membantu tim,” kata Chivu.

Selain perburuan gelar Serie A, Inter Milan juga masih memiliki peluang meraih trofi domestik lainnya, yakni Coppa Italia, di mana mereka telah mencapai babak semifinal dan akan menghadapi Como. Sementara itu, Genoa datang ke San Siro dengan motivasi untuk menjauh dari zona degradasi, saat ini berada di posisi ke-14 dengan keunggulan tiga poin. Tim asuhan Daniele De Rossi ini menunjukkan peningkatan performa, hanya kalah dua kali sejak awal tahun. Namun, Inter memiliki rekor kandang yang superior melawan Genoa, memenangkan 11 pertandingan terakhir di Serie A dan mencatatkan sembilan clean sheet.