Comelec Pastikan Pendaftaran Pemilih Luar Negeri di Timur Tengah Berlanjut di Tengah Konflik Regional

Komisi Pemilihan Umum () Filipina pada Senin, 2 Maret 2026, mengonfirmasi bahwa proses pendaftaran di kawasan tetap berlanjut. Kepastian ini disampaikan di tengah situasi konflik yang masih berlangsung di wilayah tersebut, dengan pos-pos diplomatik Filipina di sana tetap beroperasi penuh.

luar negeri ini merupakan bagian dari persiapan menuju Pemilihan Nasional dan Lokal Filipina tahun 2028. Periode pendaftaran telah dibuka sejak 1 Desember 2025 dan akan berlangsung hingga 30 September 2027.

Warga negara Filipina yang berada di luar negeri dan memenuhi syarat diimbau untuk mendaftarkan diri. Syarat utama adalah berusia minimal 18 tahun pada hari pemilihan dan tidak memiliki diskualifikasi hukum lainnya. Proses ini memungkinkan mereka untuk memilih Presiden, Wakil Presiden, Senator, dan Perwakilan Partylist dalam pemilihan mendatang.

Berbagai layanan tersedia selama periode pendaftaran ini, termasuk pendaftaran baru, pemindahan catatan pendaftaran, pengaktifan kembali catatan yang dinonaktifkan, perubahan nama atau koreksi entri, perubahan alamat, serta inklusi atau pengembalian status pemilih.

Untuk mendaftar, pemilih diwajibkan hadir secara langsung di Kedutaan Besar atau Konsulat Jenderal Filipina di negara tempat mereka tinggal, atau melalui misi penjangkauan konsuler. Sebagai contoh, Kedutaan Besar Filipina di Abu Dhabi dan Konsulat Jenderal Filipina di Dubai adalah beberapa lokasi di Timur Tengah yang melayani pendaftaran ini.

Dokumen yang diperlukan meliputi formulir aplikasi Comelec Overseas Voting Form 1 (OVF1), paspor Filipina yang masih berlaku (asli dan fotokopi halaman data), serta bukti kewarganegaraan Filipina saat ini seperti visa, izin kerja, kartu penduduk tetap, Akta Kelahiran, atau Sertifikat Kewarganegaraan Ganda. Bagi pelaut, Buku Catatan Identitas Pelaut (Seafarer’s Book) juga dapat digunakan.

Penting bagi pemilih yang catatan pendaftarannya telah dinonaktifkan—biasanya karena tidak memberikan suara dalam setidaknya dua siklus pemilihan—untuk mengaktifkan kembali catatan mereka agar dapat berpartisipasi dalam Pemilu 2028. Comelec menekankan pentingnya partisipasi aktif warga Filipina di luar negeri dalam proses demokrasi negara.