Como Tahan Imbang AC Milan 1-1, Taktik Fabregas dan Drama Pinggir Lapangan Jadi Sorotan

Author Image

Hodak

21 Februari 2026

Trending Image 1771691361

berhasil mencuri satu poin berharga dari markas raksasa , , setelah menahan imbang 1-1 dalam laga tunda giornata ke-24 Liga Italia 2025-2026 pada Kamis (19/2/2026) dini hari WIB. Pertandingan yang berlangsung di Stadion San Siro tersebut tidak hanya menyajikan duel sengit di lapangan, tetapi juga diwarnai drama panas di area teknis yang melibatkan pelatih kedua tim.

Hasil imbang ini menjadi sorotan utama, terutama berkat strategi “tak biasa” yang diterapkan oleh pelatih Como, . Mantan gelandang Barcelona dan Arsenal itu mengubah formasi timnya secara signifikan, dari skema menyerang 4-2-3-1 yang biasa digunakan, menjadi formasi yang lebih menekankan dominasi lini tengah, yakni 3-5-2 atau 3-4-2-1. Fabregas menjelaskan bahwa pendekatannya berfokus pada pemanfaatan ruang dan membuat permainan sulit bagi lawan.

Jalannya Pertandingan dan Gol Krusial

Como mengejutkan tuan rumah dengan unggul lebih dulu pada menit ke-32. Gol pembuka dicetak oleh Nico Paz, yang memanfaatkan blunder fatal kiper AC Milan, Mike Maignan, saat salah memberikan umpan di area pertahanan. Bola sapuan Maignan yang lemah berhasil dipotong Paz, yang kemudian dengan tenang menceploskan si kulit bulat ke gawang Milan.

Tertinggal satu gol, AC Milan meningkatkan intensitas serangan. Upaya Rossoneri akhirnya membuahkan hasil di babak kedua. Rafael Leao berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-64, setelah menerima umpan dari Ardon Jashari.

Kebanggaan Fabregas dan Reaksi Pemain Como

Cesc Fabregas mengungkapkan kebanggaannya atas performa anak asuhnya. Ia menyatakan, “Saya tidak terlalu fokus pada formasi semata, tetapi bagaimana kami bisa memanfaatkan ruang dan membuat permainan sulit bagi mereka. Hari ini kami mencoba pendekatan berbeda, dan itu menunjukkan bahwa kami bisa menantang tim besar seperti Milan.” Ia juga menambahkan rasa bangganya atas penampilan timnya yang berhasil mencuri poin dari markas AC Milan.

Gelandang Como, Martin Baturina, turut merasakan kebanggaan yang sama. “Kami bermain dengan sistem yang berbeda hari ini, tetapi kami mampu memainkan pertandingan terbaik melawan musuh yang tangguh,” ujarnya. Baturina juga memuji persiapan matang yang diberikan Fabregas. “Pelatih mempersiapkan kami dengan baik selama seminggu, dan hasil imbang 1-1 adalah hasil yang tepat,” tambahnya.

Insiden Panas di Pinggir Lapangan

Laga ini tidak hanya dikenang karena hasil imbang, tetapi juga karena insiden panas di pinggir lapangan yang melibatkan Fabregas dan pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri. Ketegangan memuncak pada menit ke-78 ketika bek kanan Milan, Alexis Saelemaekers, kehilangan bola di dekat garis samping. Fabregas terlihat mengangkat lengan dan melakukan kontak dengan Saelemaekers, memicu reaksi keras dari Allegri yang berujung kartu merah untuknya.

Allegri melontarkan kata-kata pedas kepada Fabregas, “Kau masih anak-anak… kau idiot! Anak kecil yang baru kemarin jadi pelatih.” Ia juga menyindir, “Lain kali ada seseorang yang berada di garis gawang, saya juga akan turun ke lapangan dan melakukan tekel.” Menanggapi insiden tersebut, Fabregas menunjukkan jiwa besar dengan meminta maaf. “Saya ingin meminta maaf karena tindakan saya yang tidak sportif. Kita harus bisa mengendalikan diri, seperti yang dikatakan Chivu,” ungkapnya.

Implikasi Hasil Imbang

Bagi Como, hasil ini sangat krusial. Ini adalah kali pertama Como tidak kalah melawan AC Milan sejak promosi pada musim 2024-2025. Tambahan satu poin ini juga membuat Como naik ke peringkat keenam klasemen sementara Serie A dengan 42 poin, menggeser Atalanta.

Sementara itu, AC Milan harus puas tertahan di peringkat kedua klasemen dengan 54 poin, terpaut tujuh poin dari rival sekota mereka, Inter Milan, yang memimpin perburuan Scudetto. Bek Milan, Matteo Gabbia, meminta rekan setimnya untuk tetap tenang. “Kami hanya perlu melihat diri kami sendiri, bekerja keras setiap hari, dan mencoba memenangkan setiap pertandingan yang ada di depan mata,” tegas Gabbia, menekankan pentingnya fokus internal tim.