Como Tantang Lecce di Sinigaglia: Misi Eropa Fabregas Kontra Ancaman Degradasi

Author Image

Hodak

28 Februari 2026

Stadio Giuseppe Sinigaglia akan menjadi saksi bisu pertarungan sengit antara dan dalam lanjutan pada Sabtu, 28 Februari 2026. Laga ini krusial bagi kedua tim dengan ambisi yang sangat berbeda: Como memburu tiket kompetisi Eropa, sementara Lecce berjuang mati-matian untuk keluar dari zona degradasi.

Como Bertekad Lanjutkan Tren Positif di Bawah Fabregas

Como, yang kini menempati posisi keenam di klasemen Serie A musim 2025-2026 dengan 45 poin dari 26 pertandingan, datang ke laga ini dengan kepercayaan diri tinggi. Tim asuhan Cesc Fàbregas ini baru saja meraih kemenangan penting 2-0 atas Juventus pada Sabtu pekan lalu, mengakhiri rentetan tiga pertandingan tanpa kemenangan. Kemenangan tersebut menjaga asa I Lariani untuk menembus zona Liga Champions, meskipun mereka masih terpaut lima poin dari empat besar.

Fàbregas sendiri dikenal dengan filosofi kepelatihannya yang tak pernah puas. “Puas bukanlah kata yang ada dalam kamus saya. Anda selalu bisa berbuat lebih banyak,” ujar Fàbregas, menekankan pentingnya peningkatan berkelanjutan. Ia juga menyoroti pertumbuhan jangka panjang dan stabilitas klub yang telah kembali ke Serie A untuk musim kedua berturut-turut, bahkan berhasil mencapai semifinal Coppa Italia musim ini, menyamai pencapaian terbaik mereka dalam 40 tahun.

Meskipun performa kandang Como sempat sedikit menurun dengan hanya satu kemenangan dari lima laga terakhir di Sinigaglia (2 seri, 2 kalah), mereka memiliki pemain kunci yang bisa menjadi pembeda. Nico Paz menjadi sorotan utama dengan torehan 9 gol dan 6 assist di liga musim ini, seringkali mencetak gol pembuka di awal pertandingan. Namun, Como dipastikan tanpa Martin Baturina yang cedera.

Lecce Terjebak di Zona Degradasi

Di sisi lain, Lecce menghadapi tekanan besar. Tim besutan ini terperosok di posisi ke-18 klasemen Serie A dengan 24 poin dari 26 pertandingan, berada di zona degradasi karena selisih gol. Mereka baru saja menelan kekalahan 0-2 dari pemuncak klasemen Inter Milan, menghentikan dua kemenangan beruntun yang sempat mereka raih.

Performa tandang Lecce menjadi perhatian serius, dengan hanya satu kemenangan dari tujuh laga terakhir di luar kandang (1 seri, 5 kalah). Meskipun demikian, kemenangan 2-0 atas Cagliari di laga tandang terakhir mereka bisa menjadi suntikan motivasi. Lecce juga akan menghadapi jadwal berat, di mana lima dari enam lawan berikutnya, termasuk Como, berada di delapan besar Serie A. Pemain seperti Lameck Banda dengan 3 gol dan Lassana Coulibaly, yang sering mencetak gol pembuka, diharapkan bisa memberikan kontribusi. Kialonda Gaspar diragukan tampil untuk Lecce.

Dominasi Como dalam Rekor Pertemuan

Secara historis, Como memiliki rekor pertemuan yang superior atas Lecce. I Lariani berhasil memenangkan tiga pertemuan terakhir tanpa kebobolan, termasuk kemenangan telak 3-0 di laga tandang pada Desember lalu. Kemenangan terakhir Lecce atas Como di dua divisi teratas Liga Italia terjadi pada tahun 1995. Dari delapan pertemuan sebelumnya, Como memenangkan tiga laga, Lecce dua, dan tiga lainnya berakhir imbang. Statistik juga menunjukkan bahwa enam dari tujuh pertandingan terakhir Lecce di Serie A berakhir dengan kurang dari 2,5 gol.

Dengan ambisi Eropa yang membara dan rekor kandang yang perlu diperbaiki, Como akan berusaha keras memanfaatkan momentum. Sementara itu, Lecce akan berjuang sekuat tenaga untuk mencuri poin demi menjauh dari ancaman degradasi, menjadikan duel ini sangat menarik untuk disaksikan.