Croci-Torti: “Kami Tahu Cara Menderita Setelah Babak Pertama yang Sulit”

Pelatih kepala , , mengungkapkan kepuasannya atas raihan tiga poin saat timnya berhasil menaklukkan FC Lausanne-Sport dengan skor 3-2 pada 22 Februari 2026. Meskipun demikian, ia tidak menampik adanya kesulitan signifikan yang dihadapi timnya, terutama setelah babak pertama.

Dalam pertandingan yang berlangsung sengit tersebut, gol-gol kemenangan untuk Lugano dicetak oleh Renato Steffen dan Daniel Dos Santos. Di sisi lain, Florent Mollet berhasil mencatatkan namanya di papan skor untuk Lausanne-Sport. Kemenangan ini menjadi krusial bagi Lugano setelah serangkaian hasil imbang yang kurang memuaskan.

Sebelum meraih kemenangan atas Lausanne-Sport, FC Lugano sempat terperangkap dalam “pareggite” atau rentetan hasil imbang. Tim berjuluk Bianconeri ini mencatatkan empat hasil imbang 1-1 secara berturut-turut, yang mengakibatkan hilangnya delapan poin berharga. Salah satu hasil imbang tersebut terjadi pada 11 Februari 2026, ketika Lugano bermain seri 1-1 melawan Servette FC. Dalam laga itu, Croci-Torti mengakui timnya kekurangan energi dan kualitas, terutama di babak kedua, serta memuji komitmen para pemain yang bermain di luar posisi aslinya.

Menanggapi performa timnya secara keseluruhan, Croci-Torti menyoroti kemampuan tim untuk “menderita” dan tetap mendapatkan hasil. “Setelah babak pertama kami berada dalam kesulitan serius, tetapi kami tahu bagaimana cara menderita,” ujarnya, merefleksikan ketahanan mental dan fisik para pemainnya. Ia juga menekankan bahwa timnya menunjukkan soliditas yang lebih baik dan kemampuan untuk bereaksi terhadap kesulitan musim ini.

Meski demikian, Croci-Torti juga mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan. Ia menyebutkan perlunya menciptakan lebih banyak “permainan yang menentukan” di 30 meter terakhir lapangan. Pelatih tersebut tetap optimistis, mengingat timnya telah melalui 11 pertandingan tanpa kekalahan dan memiliki pertahanan terbaik selama periode tersebut.