Cruzeiro Melaju ke Final Mineiro dengan Kemenangan Minim Meyakinkan, Masa Depan Tite di Ujung Tanduk

Belo Horizonte – berhasil mengamankan satu tempat di final 2026 setelah menundukkan Pouso Alegre dengan skor tipis 1-0 dalam laga semifinal leg kedua yang berlangsung di Mineirão pada Sabtu, 28 Februari 2026. Gol tunggal di menit-menit akhir perpanjangan waktu babak kedua, tepatnya menit ke-52, memastikan kemenangan agregat 3-1 bagi Raposa. Namun, kemenangan ini diwarnai performa yang jauh dari kata meyakinkan, memicu kembali sorotan tajam terhadap pelatih .

Sejak awal pertandingan, Cruzeiro memang mendominasi penguasaan bola dan menciptakan sejumlah peluang. Namun, “volume ofensif dan tekanan konstan” tersebut tidak diimbangi dengan efisiensi penyelesaian akhir. Tim asuhan Tite “kurang presisi dalam penyelesaian akhir” dan “banyak membuang peluang”, membuat kemenangan terasa “tanpa banyak kecemerlangan” dan “di bawah ekspektasi”. Kiper Pouso Alegre, Vanderley, juga tampil gemilang dengan beberapa penyelamatan krusial.

Tekanan Meningkat untuk Tite

Performa yang kurang memuaskan ini menambah daftar panjang kritik yang dialamatkan kepada Tite. Pelatih berusia 64 tahun itu bahkan “disoraki oleh para penggemar” saat pengumuman susunan pemain, bahkan sebelum peluit awal dibunyikan. Tekanan ini bukan hal baru, mengingat Tite juga mendapat cemoohan setelah hasil imbang 1-1 melawan Corinthians di Brasileirão sebelumnya.

Tite sendiri memilih untuk “mengulang susunan pemain dan strategi yang sama” seperti saat melawan Corinthians. Meskipun demikian, departemen analisis performa dan direktur sepak bola Cruzeiro, termasuk Pedro Lourenço, Pedro Junio, dan Bruno Spindel, “mengidentifikasi kemajuan signifikan dalam kohesi taktis tim” dan mendukung Tite. Mereka berpandangan bahwa Tite berhasil mengadaptasi karakteristik individu para atlet ke dalam “model permainan yang terarah”, yang berfokus pada penguasaan bola dan keamanan defensif, sehingga “menolak kemungkinan pemecatan segera”.

Perjalanan Cruzeiro di Musim 2026 dan Tantangan Mendatang

Musim 2026 memang belum berjalan mulus bagi Cruzeiro. Sebelum laga melawan Pouso Alegre, Raposa belum berhasil mengalahkan tim-tim dari Série A di semua kompetisi. Dalam empat pertandingan Brasileirão, mereka mencatat dua hasil imbang dan dua kekalahan, menempatkan mereka di posisi ke-19 klasemen sementara. Dari 13 pertandingan di tahun 2026, enam kemenangan yang diraih semuanya “melawan tim-tim divisi bawah”.

Bulan Maret akan menjadi “bulan yang menentukan” bagi ambisi Cruzeiro dan kelanjutan proyek jangka panjang Tite. Setelah memastikan tempat di final Campeonato Mineiro, di mana mereka akan menghadapi pemenang antara Atlético atau América, Cruzeiro juga akan menghadapi laga berat di Brasileirão melawan Flamengo pada 11 Maret. Meraih gelar Campeonato Mineiro dianggap sebagai “bahan bakar penting” untuk membalikkan keadaan di liga nasional. Cruzeiro sendiri berjuang untuk mengakhiri “puasa gelar tujuh tahun” di Campeonato Mineiro, dengan terakhir kali meraihnya pada tahun 2019.

Cedera Cássio dan Peran Matheus Cunha

Dalam pertandingan ini, kiper utama Cruzeiro, Cássio, yang baru saja mencatatkan pertandingan ke-100 bersama klub, harus ditarik keluar karena cedera dan digantikan oleh Matheus Cunha. Matheus Cunha, sebagai penjaga gawang pengganti, mengambil alih posisi di bawah mistar gawang. Sementara itu, nama ‘Matheus Cunha’ juga sempat menjadi topik hangat di media sosial, merujuk pada penyerang Manchester United yang tampil di kualifikasi Piala Dunia 2026 dan dibandingkan dengan legenda Eric Cantona.