Cunha Bela Mantan Pelatih Amorim di Tengah Kebangkitan Manchester United Bersama Carrick

Author Image

Hodak

21 Februari 2026

Trending Image 1771689473

Penyerang , , baru-baru ini menyuarakan pembelaannya terhadap mantan pelatih , meskipun tim sedang menikmati kebangkitan performa yang signifikan di bawah arahan pelatih interim . Komentar Cunha ini muncul di tengah spekulasi mengenai masa depan manajerial di Old Trafford, dengan Carrick yang kini menjadi kandidat kuat untuk posisi permanen.

Ruben Amorim menjabat sebagai pelatih kepala Manchester United sejak November 2024, namun masa jabatannya berakhir pada 5 Januari 2026 setelah 14 bulan yang penuh gejolak. Periode kepemimpinannya ditandai dengan inkonsistensi, termasuk hanya meraih dua kemenangan dari tujuh pertandingan Premier League terakhirnya sebelum dipecat. Pemecatan Amorim terjadi menyusul perselisihan dengan manajemen klub setelah hasil imbang di Elland Road pada Januari 2026, di mana ia juga gagal mengalahkan Wolves dan Leeds dalam dua pertandingan terakhirnya. Ia juga dilaporkan mengkritik anggota dewan, bersikeras bahwa ia adalah manajer, bukan hanya pelatih kepala. Meski demikian, Amorim berhasil membawa Manchester United ke final Liga Europa pada Mei 2025.

Delapan hari setelah kepergian Amorim, Michael Carrick, mantan gelandang legendaris United, ditunjuk sebagai pelatih kepala interim pada 13 Januari 2026, dan akan memimpin tim hingga akhir musim 2025-2026. Di bawah kepemimpinan Carrick, Manchester United menunjukkan perubahan drastis. Tim berjuluk Setan Merah ini tidak terkalahkan dalam lima pertandingan pertamanya, meraih empat kemenangan dan satu hasil imbang. Kemenangan penting termasuk saat menghadapi Manchester City dan pemuncak klasemen Liga Primer, Arsenal. Performa impresif ini membuat United mengumpulkan 13 poin dari kemungkinan 15, menempatkan mereka di posisi keempat klasemen Premier League setelah 26 pertandingan, dalam jalur menuju kualifikasi Liga Champions.

Matheus Cunha, yang didatangkan Manchester United seharga £62,5 juta pada Agustus 2025 sebagai rekrutan pertama Amorim, menegaskan bahwa mantan pelatihnya itu pantas mendapatkan apresiasi. “Saya selalu sangat berterima kasih atas semua yang Ruben lakukan,” kata Cunha kepada DAZN. “Saya pikir sangat mudah, ketika keadaan berubah, untuk melihat masa lalu hanya sebagai masalah, tetapi justru sebaliknya; dia adalah orang yang luar biasa.” Cunha juga menambahkan bahwa Amorim “memainkan peran besar dalam kesuksesan yang kami raih sekarang” karena banyak pemain baru datang berkat dirinya. Ia juga menepis anggapan bahwa taktik Amorim yang kaku adalah masalah utama, menyatakan bahwa perubahan di bawah Carrick tidak sedrastis yang banyak orang yakini.

Secara individu, Cunha sendiri tampil menonjol di bawah Carrick, mencetak enam gol di musim pertamanya dan menunjukkan fleksibilitasnya di berbagai posisi menyerang. Sementara itu, masa depan Michael Carrick sebagai manajer permanen Manchester United masih menjadi topik hangat. Beberapa sumber menyebutnya sebagai “favorit jelas”, sementara yang lain mengindikasikan bahwa klub tidak akan terburu-buru dalam mengambil keputusan. Carrick sendiri telah menyatakan bahwa melatih United adalah “peran utama” dan ia sangat menikmatinya.

Di sisi lain, Ruben Amorim saat ini sedang tidak melatih klub mana pun, namun ia disebut-sebut akan menjadi pengganti José Mourinho di Benfica pada musim panas ini, meskipun ia memiliki sejarah dengan rival sekota, Sporting CP.