Curva Sud Kobarkan Semangat AS Roma: “Kalian di Lapangan, Kami di Tribun!” Jelang Laga Krusial Kontra Juventus

Stadio Olimpico bersiap menyala dengan gairah membara saat menghadapi dalam laga krusial pada Minggu malam, 1 Maret 2026. Di tengah tensi tinggi perebutan tiket Liga Champions, , jantung suporter fanatik Giallorossi, telah menggaungkan kembali seruan legendaris mereka: “Voi in campo, noi sugli spalti!” (Kalian di lapangan, kami di tribun!). Seruan ini menjadi simbol dukungan tak tergoyahkan yang diharapkan mampu membakar semangat tim asuhan Daniele De Rossi.

Pertandingan melawan Juventus bukan sekadar laga biasa. Ini adalah penentu langkah Roma dalam perburuan posisi empat besar klasemen Serie A. Saat ini, I Lupi menduduki peringkat keempat dengan 50 poin dari 26 pertandingan, menyamai perolehan Napoli di posisi ketiga. Kemenangan telak 3-0 atas Cremonese pada 22 Februari 2026 lalu telah memberikan suntikan moral yang signifikan, menempatkan Roma di jalur yang tepat untuk kembali ke kompetisi Liga Champions setelah absen selama tujuh tahun.

Curva Sud: Jantung dan Pemain Keduabelas Roma

Curva Sud dikenal sebagai rumah bagi para pendukung paling loyal dan vokal AS Roma. Mereka secara konsisten menciptakan atmosfer elektrifikasi yang dapat menginspirasi para pemain untuk tampil maksimal, sering disebut sebagai ‘pemain ke-12’ di lapangan. Nyanyian dan koreografi yang mereka tampilkan bukan hanya sekadar hiburan, melainkan ekspresi mendalam dari identitas dan sejarah klub yang didirikan pada tahun 1927 ini.

Dukungan masif ini juga terlihat dari ludesnya tiket Stadio Olimpico untuk laga kontra Juventus, menunjukkan betapa vitalnya peran suporter bagi tim. Direktur Roma, Ricky Massara, menegaskan bahwa tim akan tampil “menyerang dan agresif” melawan Juventus, dan “sikap tim tidak akan berubah” meskipun ada penyesuaian taktis.

De Rossi dan Semangat Persatuan

Pelatih Daniele De Rossi, seorang legenda klub yang kini menukangi tim, sangat memahami pentingnya hubungan antara tim dan penggemar. Ia pernah menyatakan, “Para penggemar adalah mesin yang menggerakkan kami, setiap hari.” De Rossi juga menekankan bahwa “tujuan terpenting adalah menyatukan tim, para penggemar, dan klub karena, bagi banyak dari kami, ada satu hal yang menyatukan kami: Roma.”

Kapten tim, Lorenzo Pellegrini, juga pernah mengungkapkan apresiasinya atas dukungan suporter. “Terima kasih atas dukungan kalian semua kepada tim dan saya tadi malam di Stadio Olimpico, sekarang yang tersisa hanyalah pertarungan terakhir musim ini untuk bermain bersama,” ujarnya. Pernyataan-pernyataan ini menggarisbawahi sinergi kuat yang terjalin antara skuad dan basis penggemar mereka, terutama di momen-momen krusial.

Meskipun sempat ada riak-riak protes dari Curva Sud terhadap manajemen klub di masa lalu, terutama terkait keputusan pemecatan De Rossi (sebelum ia kembali sebagai pelatih) dan dugaan kurangnya komunikasi dari pemilik, keluarga Friedkin, semangat persatuan kini kembali menguat. Loyalitas Romanisti, julukan bagi penggemar Roma, tetap menjadi kekuatan pendorong utama bagi Giallorossi dalam mengarungi sisa musim ini.

Dengan Stadio Olimpico yang akan dipenuhi puluhan ribu suporter, termasuk kelompok ultras wanita pertama di Curva Sud yang aktif sejak 2026, AS Roma berharap dapat memanfaatkan energi luar biasa dari tribun untuk meraih hasil positif melawan rival berat mereka. Laga ini bukan hanya tentang tiga poin, melainkan juga tentang menegaskan kembali ikatan tak terpisahkan antara tim dan kota abadi.