Daryono Mundur dari Direktur BMKG, Komitmen Edukasi Gempa dan Tsunami Tetap Berlanjut

Author Image

Irfan

14 Februari 2026

Foto: Kepala Pusat Gempa Bumi Dan Tsunami Bmkg Daryono (screenshot Youtube Bmkg)
Foto: Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono (screenshot YouTube BMKG)

Jakarta – Pemerhati gempa bumi dan tsunami, Daryono, secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Direktur Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Keputusan ini diambil setelah Daryono berjanji untuk tetap berkontribusi dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai fenomena gempa bumi dan tsunami.

“Saya akan tetap konsisten berkontribusi sebagai ahli dan edukator publik di bidang kebencanaan, dengan tetap menjunjung tinggi objektivitas ilmiah, integritas, dan kepentingan keselamatan masyarakat,” ujar Daryono kepada wartawan pada Sabtu (14/2/2026).

Daryono menyadari bahwa Indonesia, yang terletak di jalur Cincin Api Pasifik (Ring of Fire), memiliki konsekuensi berupa intensitas gempa yang tinggi. Ia menegaskan komitmennya untuk tidak berhenti dalam memberikan edukasi publik di bidang kegempaan dan kebencanaan.

Selama menjabat sebagai Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono dikenal aktif memberikan analisis mendalam, mencakup konsep dan teori kegempaan, sumber gempa, analisis data, hingga kajian sejarah gempa dan tsunami. Ia menyatakan memiliki tiga tanggung jawab utama.

“Saya memiliki tanggung jawab keilmuan (scientific responsibility), tanggung jawab edukasi (educational responsibility), dan tanggung jawab moral (moral responsibility),” jelasnya. “Komitmen saya terhadap edukasi publik di bidang kegempaan dan kebencanaan tidak akan berhenti,” imbuhnya.

Selain pengunduran diri dari jabatan direktur, Daryono juga telah mengajukan pensiun dini dari BMKG. Ia masih berstatus sebagai pegawai hingga 1 Mei mendatang. “Saya telah mengajukan pengunduran diri dari jabatan Direktur Gempabumi dan Tsunami, sekaligus mengajukan pensiun dini dari BMKG,” ungkapnya.

Daryono menjelaskan bahwa saat ini ia sedang menjalani perawatan medis untuk kondisi mata yang disebut distrofi kornea. “Saya saat ini sedang sakit mata yang disebut distrofi kornea dan sedang dalam perawatan dan penanganan sehingga cuti dinas, kemudian lanjut pensiun dini,” ucapnya.

Menyusul pengunduran diri Daryono, jabatan Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG kini diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt) Rahmat Triyono. Kabag Humas BMKG, Taufan Maulana, membenarkan kabar tersebut dan menyatakan bahwa Daryono telah memasuki masa purnabakti. “Betul, beliau sudah memasuki purnabakti,” kata Taufan saat dikonfirmasi terpisah.