Panggung Serie A pekan ke-27 akan menyajikan duel sengit antara Torino dan Lazio di Stadion Olimpico Grande Torino pada Minggu, 1 Maret 2026, pukul 18.00 waktu setempat atau Senin dini hari pukul 00.00 WIB. Pertandingan ini menjadi krusial bagi kedua tim yang sama-sama berjuang keluar dari tren negatif, dengan Torino menghadapi debut pelatih baru di tengah ancaman degradasi, sementara Lazio berupaya menjaga asa menembus kompetisi Eropa.
Torino di Bawah Komando Baru Roberto D’Aversa
Bagi tuan rumah, laga ini terasa seperti partai final. Torino saat ini terdampar di peringkat ke-15 klasemen Serie A dengan 27 poin dari 26 pertandingan, hanya terpaut tiga angka dari zona merah degradasi. Krisis hasil yang melanda Il Toro memakan korban, di mana Presiden klub Urbano Cairo resmi memecat Marco Baroni menyusul kekalahan memalukan 0-3 dari Genoa pekan lalu. Sebagai gantinya, Roberto D’Aversa ditunjuk sebagai pelatih interim hingga akhir musim, dan laga kontra Lazio akan menjadi debutnya.
D’Aversa memikul beban berat. Torino hanya mampu memetik satu kemenangan dalam delapan laga terakhir di liga, dan telah menelan kekalahan beruntun di dua pertandingan Serie A terakhir mereka, termasuk takluk 0-3 dari Genoa dan 1-2 dari Bologna. Pertahanan mereka menjadi sorotan utama, dengan kebobolan dua gol atau lebih dalam sembilan dari sepuluh pertandingan liga terakhir, serta menjadi tim dengan jumlah kebobolan tertinggi di liga musim ini dengan 47 gol sebelum putaran ini. Situasi semakin rumit dengan absennya pilar penting seperti Che Adams karena cedera paha, Emirhan Ilkhan akibat skorsing kartu merah, dan Zannetos Savva yang mengalami cedera lutut. Pemain yang patut diwaspadai dari kubu Torino adalah Nikola Vlasic, yang telah mencatatkan gol dan assist dalam dua pertandingan kandang terakhirnya.
Lazio Mencari Konsistensi di Kandang Lawan
Di kubu tamu, Lazio asuhan Maurizio Sarri juga tidak dalam kondisi terbaiknya. Biancocelesti saat ini menghuni posisi ke-10 dengan 34 poin dari 26 pertandingan. Mereka sangat membutuhkan poin penuh untuk menjaga asa menembus kompetisi Eropa. Pekan lalu, Lazio gagal memaksimalkan keunggulan jumlah pemain saat ditahan imbang tanpa gol oleh Cagliari, dan hanya meraih satu kemenangan dalam enam pertandingan liga terakhir mereka.
Meskipun demikian, ada satu statistik yang membuat Lazio tetap diunggulkan: mentalitas tandang mereka. Lazio belum terkalahkan dalam tujuh laga tandang terakhir mereka di liga. Pertahanan mereka saat bermain di luar Roma tergolong sangat disiplin, hanya kebobolan sembilan gol sepanjang musim ini, dan tidak kebobolan dalam enam pertandingan tandang melawan sembilan tim terbawah Serie A musim ini. Namun, Sarri juga dihadapkan pada krisis cedera yang mengkhawatirkan, dengan Daniel Maldini (cedera pergelangan kaki), Pedro (cedera pergelangan kaki), Nicolo Rovella (operasi bahu), Mario Gila, dan Toma Basic dipastikan absen. Maurizio Sarri dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk merombak lini serang timnya, dengan Petar Ratkov kemungkinan akan memimpin lini depan.
Dominasi Lazio dalam Sejarah Pertemuan
Sejarah pertemuan memihak kubu ibu kota. Dari 42 pertemuan terakhir, Lazio mendominasi dengan 19 kemenangan, sementara Torino hanya mampu mencuri 7 kemenangan, dan 16 laga berakhir imbang. Bahkan, dalam lima duel terakhir kedua tim, Torino tak pernah sekalipun mencicipi manisnya kemenangan atas Lazio, dengan tiga kekalahan dan dua hasil imbang. Pertemuan terakhir pada 4 Oktober 2025 berakhir dengan skor imbang 3-3 yang dramatis di Stadio Olimpico. Di kandang Torino sendiri, dari tujuh pertemuan terakhir, Lazio berhasil meraih empat kemenangan, dua hasil imbang, dan hanya satu kemenangan untuk Torino.
Melihat kondisi kedua tim, Lazio sedikit diunggulkan untuk meraih kemenangan tipis, dengan prediksi skor 1-2. Namun, dengan debut pelatih baru dan tekanan untuk menjauhi zona degradasi, Torino diprediksi akan memberikan perlawanan sengit di kandang sendiri.