Pembalap muda kebanggaan Indonesia, Veda Ega Pratama, langsung mencuri perhatian pada seri pembuka Kejuaraan Dunia Moto3 2026 di Grand Prix Thailand. Dalam balapan yang berlangsung di Sirkuit Internasional Chang, Buriram, Minggu (1/3/2026), Veda berhasil finis di posisi kelima, sebuah pencapaian luar biasa untuk debut perdananya di ajang balap motor kelas dunia.
Performa Impresif Sejak Sesi Kualifikasi
Sebelum balapan utama, Veda Ega Pratama telah menunjukkan sinyal positif sejak sesi latihan. Ia menempati posisi keenam pada Free Practice 1 (FP1) dan berhasil mengamankan posisi kedelapan pada sesi Practice, yang secara otomatis meloloskannya ke Kualifikasi 2 (Q2). Puncaknya, dalam sesi kualifikasi pada Sabtu (28/2/2026), pembalap berusia 17 tahun ini sukses mengamankan posisi start kelima dengan catatan waktu 1 menit 40,877 detik. Penampilan gemilang ini menempatkannya di barisan depan, melampaui ekspektasi banyak pihak untuk seorang pendatang baru di kelas Moto3, bahkan membuatnya dijuluki sebagai “superstar baru” dari Indonesia oleh para pengamat MotoGP.
Pertarungan Sengit di Lintasan Buriram
Memulai balapan dari grid kelima, Veda Ega Pratama yang membela Honda Team Asia langsung terlibat dalam pertarungan sengit di rombongan depan. Dalam balapan sepanjang 19 lap tersebut, ia sempat menunjukkan manuver impresif dan bahkan menembus posisi ketiga di pertengahan lomba, bersaing ketat dengan pembalap-pembalap berpengalaman lainnya. Meskipun persaingan di kelas Moto3 sangat dinamis dan ia sempat melorot, Veda terus berjuang hingga garis finis.
Klasemen Awal dan Poin Bersejarah
Pada akhirnya, Veda Ega Pratama berhasil mempertahankan posisi kelimanya saat melintasi garis finis, mengamankan 11 poin berharga. Hasil ini menempatkannya langsung di posisi kelima dalam klasemen sementara Moto3 2026 setelah seri pembuka. David Almansa dari Liqui Moly Intact GP keluar sebagai pemenang Grand Prix Thailand, memimpin klasemen dengan 25 poin, diikuti Maximo Quiles (CFMOTO Aspar) di posisi kedua dan Valentin Perrone (Red Bull KTM Tech3) di posisi ketiga.
Pencapaian Veda ini mencetak sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang langsung meraih poin dua digit pada debutnya di Moto3. Ia juga menjadi pembalap Honda terbaik di balapan tersebut. Sebelum balapan, Veda sendiri menargetkan untuk meraih poin dan jika memungkinkan, finis di posisi 10 besar.
Profil dan Harapan di Musim 2026
Veda Ega Pratama, putra dari mantan pembalap nasional Sudarmono, lahir di Wonosari pada 23 November 2008. Meskipun masih berusia 16 tahun, Veda mendapatkan dispensasi khusus untuk berkompetisi di Moto3 2026 berkat statusnya sebagai runner-up Red Bull Rookies Cup 2025. Di Honda Team Asia, ia berduet dengan sesama rookie asal Jepang, Zen Mitani. Partisipasi Veda di Moto3 2026 menjadi momentum penting bagi perkembangan balap motor Indonesia di kancah dunia, dengan harapan ia dapat terus konsisten dan bersaing di papan atas.