Sejak kedatangannya di Emirates Stadium pada Juli 2023, gelandang tim nasional Inggris, Declan Rice, telah secara meyakinkan membungkam keraguan yang sempat menyelimuti transfernya. Dengan banderol £105 juta, yang menjadikannya rekrutan termahal Arsenal, Rice kini diakui sebagai salah satu pilar tak tergantikan di lini tengah The Gunners, jauh melampaui ekspektasi awal.
Sebelum kepindahannya ke London Utara, Rice menjadi rebutan banyak klub top, termasuk rival Liga Primer, Manchester United. Setan Merah bahkan dilaporkan sempat mengajukan tawaran £100 juta pada musim panas 2022 yang ditolak West Ham United, klub lamanya. Namun, Arsenal berhasil memenangkan persaingan sengit tersebut, sebuah langkah yang kini terbukti sangat tepat.
Transformasi Peran dan Dampak Instan
Musim debut Rice di Arsenal (2023-2024) langsung menunjukkan dampak signifikan. Ia dengan cepat menjadi pemain kunci di bawah asuhan Mikel Arteta, dipuji atas soliditas pertahanan, kepemimpinan, dan kontribusi ofensif yang mengejutkan. Salah satu momen paling berkesan adalah gol pertamanya untuk klub yang dicetak ke gawang Manchester United pada September 2023, serta gol penentu kemenangan di menit ke-96 saat melawan Luton Town. Pada musim tersebut, Rice berhasil mencatatkan 7 gol dan 8 assist di Liga Primer Inggris.
Performa gemilangnya terus berlanjut. Pada musim 2024-2025, Rice bahkan dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Musim Ini Arsenal. Ia mengakhiri musim dengan torehan 9 gol dan 10 assist di semua kompetisi, termasuk dua tendangan bebas spektakuler ke gawang Real Madrid di Liga Champions. Konsistensi ini membuktikan bahwa ia bukan hanya gelandang bertahan murni, melainkan telah berevolusi menjadi pemain box-to-box yang mampu memengaruhi jalannya pertandingan di kedua sisi lapangan.
Pujian dari Pundit dan Pelatih
Meskipun beberapa pundit, seperti Gary Neville, sempat meragukan kecocokan Rice dengan gaya bermain Arsenal dan kontribusi ofensifnya, performa sang pemain telah membungkam kritik tersebut. Bahkan, pundit legendaris seperti Roy Keane, yang dikenal sering melontarkan kritik, mengakui kualitas Rice, meskipun Rice sendiri merasa kritik tentang minimnya golnya tidak adil.
Pelatih Mikel Arteta tak henti-hentinya memuji Rice, menyebutnya sebagai “pengubah permainan” dan “mercusuar” bagi tim. Arteta menyoroti profesionalisme, adaptabilitas, dan dampak besar yang dibawa Rice ke dalam skuad. “Dampak yang dia miliki pada tim sangat besar,” ujar Arteta pada November 2025. “Kami akan menemukan cara untuk membuatnya lebih baik lagi.” Fleksibilitasnya memungkinkan Rice beradaptasi dengan peran apa pun yang diberikan kepadanya, dengan Arteta melihat pemikiran menyerangnya lebih positif bagi tim.
Statistik dan Investasi Jangka Panjang
Hingga awal musim 2025-2026, Declan Rice tetap menjadi sosok sentral di lini tengah Arsenal, menunjukkan performa tingkat tinggi yang konsisten dan kepemimpinan di lapangan. Statistiknya menunjukkan akurasi operan yang tinggi, tekel sukses, dan intersep per pertandingan yang signifikan, sekaligus peningkatan dalam operan progresif dan penetrasi ke sepertiga akhir lapangan. Kekhawatiran awal tentang kompatibilitasnya dengan permainan umpan Arsenal telah sirna, karena ia telah terintegrasi dengan mulus dan bahkan meningkatkan pendekatan taktis tim.
Biaya transfer £105 juta yang sempat dianggap mahal kini secara luas dipandang sebagai investasi yang sangat berharga, mengingat konsistensi performa dan potensi jangka panjangnya. Kehadiran Rice tidak hanya memperkuat lini tengah Arsenal tetapi juga memberikan dimensi baru dalam serangan dan pertahanan, menjadikannya salah satu gelandang terbaik di Liga Primer Inggris saat ini.