Delogu: “Foto Ini Adalah Tindakan Nyata Melawan Rasisme”

Author Image

Hodak

21 Februari 2026

Trending Image 1771615475

, Prancis – Dengan pemilihan umum kota yang semakin dekat, kandidat dari partai kiri radikal (LFI), , secara resmi memperkenalkan delapan kepala daftar sektornya pada Jumat, 13 Februari 2026. Langkah ini menandai fase krusial dalam kampanyenya, dengan penekanan kuat pada representasi keberagaman kota Marseille.

Delogu, yang juga merupakan anggota parlemen untuk Bouches-du-Rhône, telah secara resmi diusung oleh La France insoumise sebagai pemimpin daftar untuk pemilihan wali kota Marseille 2026. Ia mengumumkan pencalonannya pada 16 November 2025, dengan visi untuk “mengembalikan kekuasaan kepada rakyat” dan mencegah Marseille jatuh ke tangan “para manipulator yang mempraktikkan favoritisme dan klientelisme” seperti yang selalu terjadi di kota itu.

Dalam presentasi yang diadakan di ruang konferensi bioskop Artplexe, Delogu menyoroti komposisi daftar yang ia sebut “representatif bagi Marseille dan keberagamannya”. Daftar tersebut mencakup nama-nama seperti Sébastien Barles (sektor 1-7), Victoire Diethelm (sektor 6-8), Mohamed Bensaada (sektor 13-14), Léa Bijaoui (sektor 4-5), Rabyata Boinaheri (sektor 15-16), Radhouane Ouachani (sektor 11-12), dan Myriam Meghraoui. Léa Bijaoui, seorang aktivis feminis dan LGBT, secara khusus menyuarakan keprihatinan atas “rasisme yang semakin tidak terkendali di kota ini”. Delogu menegaskan bahwa daftar ini adalah “tindakan nyata melawan rasisme”.

Program kampanye Delogu, yang bertajuk “Marseille fière et populaire” (Marseille yang bangga dan populer), berfokus pada tiga pilar utama: perumahan, kesehatan, dan darurat ekologi. Program ini mencakup 13 prioritas dan sekitar 380 langkah konkret, yang dirancang setelah 200 audiensi dengan warga, aktivis, peneliti, dan asosiasi. Delogu mengkritik keras koalisi “Printemps Marseillais” yang dipimpin oleh Wali Kota petahana Benoît Payan, menuduhnya melakukan “politik skuter” alih-alih menangani “darurat sosial”, perumahan tidak sehat, dan kemiskinan.

Dalam lanskap politik yang kompetitif, Delogu memposisikan dirinya sebagai satu-satunya benteng melawan Rassemblement National (RN) yang berhaluan ekstrem kanan. Jajak pendapat terbaru (17-18 Februari 2026) menunjukkan persaingan ketat di Marseille, dengan Payan (29-34%), Franck Allisio dari RN (29-32%), Martine Vassal dari kanan/tengah (20-23%), dan Delogu (12-16%) dari LFI. Delogu menyatakan keseriusannya dalam menghadapi ekstrem kanan, “Kami ingin sedikit mengguncang mereka,” ujarnya, merujuk pada pihak-pihak yang meremehkannya.

Perjalanan politik Delogu tidak lepas dari kontroversi. Pada Februari 2025, ia dijatuhi hukuman denda sebesar €5.000 karena “kekerasan yang diperparah” terhadap staf pendidikan, sebuah keputusan yang ia ajukan banding. Baru-baru ini, ia juga dibebaskan dari tuduhan terkait dengan perdagangan narkoba setelah sebuah artikel di “Canard enchaîné” memicu polemik. Pemilihan putaran pertama dijadwalkan pada 15 Maret 2026, dan dengan daftar yang beragam serta program yang berani, Sébastien Delogu berharap dapat membawa “revolusi warga” ke Marseille.