Selebriti

Denada Pilih Bungkam Saat Digugat Pengakuan Anak, Kuasa Hukum Ungkap Alasannya

Advertisement

Penyanyi Denada memilih untuk bungkam di tengah gugatan hukum yang dilayangkan oleh seorang pemuda bernama Ressa Rizky, yang mengaku sebagai anak kandungnya. Sikap diam Denada ini sempat menimbulkan tanda tanya dan bahkan menuai hujatan dari sebagian publik yang menganggapnya menghindari masalah.

Alasan di Balik Sikap Bungkam Denada

Kuasa hukum Denada, Muhammad Iqbal, menjelaskan bahwa kliennya sengaja mengambil langkah tutup mulut demi menghormati proses hukum yang sedang berjalan di Pengadilan Negeri Banyuwangi. Selama masa mediasi, Denada berharap tercipta suasana yang tenang agar kedua belah pihak dapat melakukan introspeksi diri tanpa adanya tekanan.

“Memang dalam mediasi saya mengutamakan untuk masa tenang gitu Mas. Kepenginnya para pihak ini introspeksi diri, terus timbul inisiatif untuk saling berkomunikasi sehingga ketemu titik damainya,” ujar Muhammad Iqbal dalam keterangannya melalui Zoom, Sabtu (31/01/2026).

Kekecewaan Pihak Denada

Niat Denada untuk mendinginkan suasana mediasi tampaknya bertepuk sebelah tangan. Pihak Denada merasa kecewa karena ketika mereka berusaha menahan diri, pihak penggugat justru aktif muncul di berbagai platform untuk membeberkan detail permasalahan dari sudut pandang mereka.

“Yang saya sayangkan di sini, kok penggugat ini malah membuat gaduh yang saya pikir ya, podcast ke mana-mana, ngomong gini, gini, gini, ya tidak sesuai faktalah. Sehingga ya akhirnya ya gini, mediasi juga gagal,” beber Muhammad Iqbal.

Advertisement

Muhammad Iqbal menekankan bahwa masa mediasi seharusnya menjadi momen krusial untuk mencapai titik temu, bukan untuk menciptakan kegaduhan.

“Jangan membuat gaduh di podcast, di medsos apa semua, ya seharusnya ya jangan. Makanya pihak Mbak Denada ini ndak keluar statement apa pun kemarin pada saat masa-masa mediasi,” tegasnya.

Kondisi Mental dan Pekerjaan Denada

Meskipun kini Denada menjadi sasaran hujatan netizen akibat sikap diamnya, Iqbal memastikan bahwa kondisi mental dan pekerjaan kliennya sama sekali tidak terganggu.

“Sama sekali ndak (mengganggu mental). Kita pengin introspeksi, kita pengin apa yang salah dalam diri Mbak Denada, mungkin ada inisiatif apa dari pihak penggugat ini ndak ada sama sekali, malah melakukan fitnah sana-sini melalui podcast,” pungkasnya.

Advertisement