Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menduga aksi penikaman yang terjadi di sebuah sekolah di Moskow, Rusia, pada 16 Desember 2025, terinspirasi oleh insiden ledakan di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 72 Jakarta. Dugaan ini muncul berdasarkan temuan pada gagang senjata pelaku di Rusia yang bertuliskan ‘Jakarta Bombing 2025’.
Juru Bicara Densus 88 Polri, Kombes Mayndra Eka, menjelaskan bahwa pelaku penikaman di Rusia, yang diidentifikasi sebagai MN (15 tahun), mengunggah foto selfie dengan senjata yang memiliki tulisan tersebut di sebuah grup komunitas true crime community (TCC). “Di dalam gagang senjata, pelaku penusukan di Moskow, Rusia, ini, kita bisa lihat bahwa dia menuliskan ada ‘Jakarta Bombing’ ya di situ. Dituliskan bahwa ‘Jakarta Bombing 2025’,” ujar Mayndra dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (7/1/2026).
Mayndra menambahkan, foto tersebut kemudian diunggah oleh MN di komunitas daringnya. “Nah, diduga ini terinspirasi adanya insiden bom SMAN 72 di Jakarta,” tuturnya.
Insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta, yang berlokasi di Kelapa Gading, Jakarta Utara, terjadi pada Jumat, 7 November 2025. Pelaku ledakan adalah seorang pelajar di sekolah tersebut, yang menyebabkan 96 siswa terluka. Pelaku sendiri juga mengalami luka dan sempat dirawat.
Insiden Penikaman di Rusia
Sebelumnya, seorang bocah berusia 10 tahun tewas akibat ditikam di sebuah sekolah di wilayah Rusia. Pelaku penikaman, yang juga seorang siswa namun berusia lebih tua, telah ditahan oleh otoritas setempat.
Menurut pernyataan kepolisian setempat yang dirilis melalui Telegram dan dikutip oleh AFP pada Selasa (16/12/2025), insiden terjadi di sebuah sekolah di area Gorki-2, sebuah desa di distrik Odintsovo, sebelah barat Moskow. “Polisi menerima laporan bahwa seorang siswa telah menikam seorang petugas keamanan, menyemprotkan semprotan merica, dan kemudian menikam seorang siswa lainnya yang berusia 10 tahun, yang meninggal dunia karena lukanya,” demikian bunyi pernyataan kepolisian.
Badan investigasi utama Rusia, Komite Investigasi, menyatakan bahwa tersangka penikaman adalah seorang siswa berusia 15 tahun. Motif di balik serangan tersebut masih dalam penyelidikan. “Motif kejahatan itu sedang diselidiki,” kata Komite Investigasi, seraya mengonfirmasi pembukaan penyelidikan terhadap insiden tersebut.