Derby Mataram Tanpa Gol: PSIM Gagal Manfaatkan Dominasi, Persis Solo Terus Berjuang di Dasar Klasemen

Author Image

Irfan

20 Februari 2026

psim yogyakarta, persis solo, super league, derby mataram, sepak bola indonesia

Duel sarat gengsi bertajuk antara dan kembali tersaji dalam lanjutan 2025/2026. Pertandingan yang digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Jumat, 6 Februari 2026, berakhir tanpa pemenang dengan skor kacamata 0-0. Hasil ini menyisakan catatan berbeda bagi kedua tim, di mana PSIM harus menyesali kegagalan memanfaatkan dominasi, sementara Persis Solo masih berjuang keras di zona degradasi.

Dominasi PSIM Tak Berbuah Gol

Sebagai tim promosi di kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim ini, PSIM Yogyakarta tampil menjanjikan sejak awal musim. Laskar Mataram bahkan menjadi satu-satunya tim promosi yang tak terkalahkan dalam tiga laga perdana Super League 2025/2026. Dalam laga Derby Mataram terbaru ini, PSIM menunjukkan dominasi yang jelas, terutama dalam penguasaan bola dan penciptaan peluang.

Sejumlah peluang emas tercipta di sepanjang pertandingan. Pada babak pertama, Nermin Haljeta nyaris memecah kebuntuan melalui tendangan salto yang masih bisa dihalau bek Persis, Kadek Raditya. Tak lama berselang, Fahreza Sudin juga memiliki kesempatan satu lawan satu dengan kiper Persis, Vukasin Vranes, namun lagi-lagi gagal mengonversinya menjadi gol. Di babak kedua, tekanan PSIM semakin intens. Ezequiel Vidal hampir saja mengubah skor, namun sundulan kerasnya hanya membentur tiang gawang.

Momen kontroversial terjadi pada menit ke-81 ketika para pemain PSIM mendesak wasit untuk meninjau VAR atas dugaan handball yang dilakukan Kadek Raditya. Namun, setelah berdiskusi dengan asisten wasit, wasit memutuskan untuk tidak mengecek tayangan ulang dan tidak memberikan penalti. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 0-0 tetap bertahan, mencerminkan ketangguhan pertahanan Persis Solo di tengah gempuran PSIM.

Perjuangan Persis Solo di Dasar Klasemen

Bagi Persis Solo, hasil imbang ini mungkin terasa lebih berharga mengingat posisi mereka yang sedang terpuruk di dasar klasemen Super League 2025/2026. Laskar Sambernyawa, yang kini memasuki musim keempat berturut-turut di kasta tertinggi, berada di peringkat ke-18 dengan hanya mengoleksi 12 poin dari 20 pertandingan. Situasi ini membuat setiap laga menjadi krusial dalam upaya mereka keluar dari zona degradasi.

Menjelang Derby Mataram, Persis Solo melakukan perombakan besar-besaran pada komposisi pemain asing di paruh musim. Sejumlah nama baru seperti Jefferson, Dimitri Lima, dan Andrei Alba didatangkan untuk memperkuat tim. Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, mengakui pentingnya laga ini. “Ini derby dan kami sangat ambisius. Kami tahu harus menaruh banyak fokus dan energi di laga ini jika ingin mendapatkan hasil yang maksimal,” ujar pelatih asal Bosnia itu. Seslija juga tidak meremehkan kekuatan lawan, “Kami bermain menghadapi lawan yang sangat baik. Bagi saya PSIM adalah salah satu tim dengan lini serang…” tambahnya.

Derby Mataram Sebelumnya Berakhir Imbang Penuh Drama

Pertemuan terakhir kedua tim di musim 2025/2026 sebelumnya juga berakhir imbang dengan skor 2-2. Laga yang digelar pada 8 November 2025 di Stadion Manahan Solo itu diwarnai drama. PSIM sempat unggul dua gol di babak pertama melalui D. Corfe dan Ze Valente. Persis Solo berhasil memperkecil kedudukan lewat Kodai Tanaka, dan gol penyama kedudukan di menit 90+7 oleh pemain asal Brasil berhasil mengamankan satu poin bagi Laskar Sambernyawa. Caretaker Persis saat itu, Tithan Suryata, merasa timnya seharusnya bisa memenangkan pertandingan tersebut.

Dengan hasil imbang 0-0 terbaru ini, PSIM Yogyakarta kini menempati peringkat ketujuh klasemen sementara Super League dengan 32 poin. Sementara itu, Persis Solo masih harus berjuang keras untuk memperbaiki posisi mereka di sisa musim ini.