Dhurandhar 2 Guncang Box Office, Ranveer Singh Cetak Sejarah Baru Sinema India

Film laga mata-mata yang sangat dinantikan, ‘Dhurandhar: The Revenge’ atau yang dikenal luas sebagai ‘‘, telah mengguncang sejak penayangannya pada 19 Maret 2026. Dibintangi oleh dan disutradarai , sekuel ini tidak hanya melanjutkan kesuksesan pendahulunya tetapi juga mencetak rekor fantastis dalam perolehan pendapatan, menegaskan posisinya sebagai salah satu film India terbesar tahun ini.

Sebelum rilis resminya, ‘Dhurandhar 2’ telah menunjukkan taringnya melalui penayangan pratinjau berbayar yang dimulai pada 18 Maret 2026. Penayangan ini berhasil meraup sekitar ₹43 crore, bahkan ada laporan yang menyebutkan hingga ₹75 crore, menjadikannya koleksi pratinjau berbayar tertinggi sepanjang sejarah perfilman India. Kesuksesan awal ini menjadi indikasi kuat akan antusiasme penonton yang luar biasa terhadap film tersebut.

Dominasi Box Office dan Perluasan Pasar

Pada hari pembukaan, 19 Maret 2026, ‘Dhurandhar 2’ mencatat pendapatan bersih ₹102,5 crore di seluruh India dari berbagai bahasa, menjadikannya film Bollywood dengan pembukaan tertinggi yang pernah ada. Secara global, film ini berhasil mengumpulkan ₹240 crore pada hari pertama. Laju impresif ini berlanjut pada hari kedua, 20 Maret, dengan pendapatan bersih ₹80,72 crore di India, dan total pendapatan kotor global mencapai ₹370 crore.

Dengan perolehan tersebut, ‘Dhurandhar 2’ telah melampaui koleksi pembukaan film-film besar seperti ‘Salaar’ dan ‘Kalki 2898 AD’ yang dibintangi Prabhas, serta melewati total pendapatan seumur hidup ‘War 2’ (₹338 crore) dan ‘Adipurush’ (₹350 crore) hanya dalam dua hari. Film ini kini berada di antara lima besar film dengan pendapatan hari pembukaan tertinggi di India. Diperkirakan, ‘Dhurandhar 2’ akan segera menembus angka ₹400 crore dan bahkan diproyeksikan melampaui ₹500 crore secara global pada akhir pekan ini.

Tantangan Rilis di Selatan dan Respon Kritikus

Meskipun sukses besar, ‘Dhurandhar 2’ menghadapi kendala dalam perilisan versi dubbing di wilayah India Selatan. Penayangan versi Tamil, Telugu, dan Malayalam sempat tertunda karena masalah teknis dan sertifikasi. Direktur Aditya Dhar bahkan menyampaikan permintaan maaf di media sosial atas pembatalan penayangan pratinjau di beberapa kota.

Namun, masalah ini segera teratasi. Versi Tamil, Telugu, dan Malayalam telah mendapatkan persetujuan dari Central Board of Film Certification (CBFC) pada 19 Maret 2026, dengan penayangan penuh di Telugu dan Malayalam diharapkan mulai 21 Maret, sementara Tamil sudah memulai penayangan pada 20 Maret. Versi Kannada masih menunggu persetujuan CBFC dan diperkirakan rilis pada 23 Maret. Keputusan untuk merilis film ini secara pan-India dalam lima bahasa (Hindi, Tamil, Telugu, Malayalam, Kannada) merupakan strategi yang diambil setelah kesuksesan besar film pertamanya, ‘Dhurandhar’ (2025), yang sebagian besar dirilis dalam bahasa Hindi.

Film ini juga menerima beragam ulasan dari para kritikus. Beberapa memuji energi Ranveer Singh, musik latar yang menggelegar, dan adegan aksi yang fenomenal. Namun, ada pula yang menyebutnya sebagai film yang “lebih marah, lebih keras, dan lebih kosong” dibandingkan bagian pertama, dengan penurunan tempo di paruh kedua. Beberapa penonton juga menyayangkan absennya karakter Rahman Dakait yang diperankan Akshaye Khanna dari film pertama. Film ini memiliki durasi yang cukup panjang, yakni 3 jam 49 menit untuk versi Hindi, dan sedikit lebih panjang untuk versi dubbing, menjadikannya salah satu film India terpanjang yang pernah diproduksi.

Dampak dan Pengakuan Industri

Kesuksesan ‘Dhurandhar 2’ tidak hanya terbatas pada angka box office. Film ini telah mendapatkan pujian dari berbagai pihak di industri perfilman. Rhea Kapoor, saudara perempuan aktris Sonam Kapoor, turut menyampaikan apresiasinya atas pencapaian ‘Dhurandhar 2’ di box office, yang kemudian dibagikan ulang oleh aktris Yami Gautam, istri sutradara Aditya Dhar. Film ini juga difilmkan di berbagai lokasi, termasuk Punjab, Chandigarh, Maharashtra, Ladakh, Himachal Pradesh di India, serta Bangkok, Thailand, yang digunakan untuk adegan berlatar Pakistan.

Meskipun ‘Dhurandhar 2’ masih tertinggal dari rekor ‘Pushpa 2: The Rule’ yang mencatat pembukaan ₹164 crore dan total pendapatan ₹1200 crore, performa konsistennya menunjukkan potensi untuk menjadi salah satu hit terbesar tahun ini. Setelah penayangan di bioskop, ‘Dhurandhar 2’ akan tersedia untuk streaming di JioHotstar. Seperti film pertamanya, ‘Dhurandhar 2’ juga dilaporkan dilarang tayang di negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC).