Inter Milan semakin mengukuhkan posisinya di puncak klasemen Serie A musim 2025/2026 setelah berhasil menundukkan Genoa dengan skor 2-0 pada pertandingan pekan ke-27 yang berlangsung di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu (1/3/2026) dini hari WIB. Kemenangan ini menjadi respons positif Nerazzurri setelah sebelumnya tersingkir dari ajang Liga Champions.
Federico Dimarco kembali menjadi sorotan utama dalam laga tersebut. Bek sayap kiri andalan Inter ini membuka keunggulan pada menit ke-31 dengan sebuah tendangan voli kaki kiri yang sensasional dari sudut sempit. Gol kedua Inter dicetak oleh Hakan Calhanoglu melalui titik penalti pada menit ke-70.
Dengan hasil ini, Inter Milan kini mengoleksi 67 poin dari 27 pertandingan, memperlebar jarak menjadi 10 poin dari rival terdekat, AC Milan, yang berada di posisi kedua dengan 57 poin dari jumlah laga yang sama. Kemenangan atas Genoa juga menandai delapan kemenangan beruntun Inter di Serie A, menunjukkan konsistensi performa di bawah asuhan pelatih Cristian Chivu.
Fokus Scudetto Setelah Tersingkir dari Eropa
Meski tampil gemilang secara individu, Federico Dimarco menegaskan bahwa pencapaian pribadi tidak akan berarti banyak tanpa gelar juara bagi tim. Pernyataan ini muncul setelah Inter Milan harus menelan pil pahit tersingkir dari babak play-off Liga Champions oleh Bodo/Glimt beberapa hari sebelumnya.
“Ini tidak pernah mudah setelah kekalahan, tetapi setiap kali tim ini kalah dalam pertandingan, mereka kembali bangkit lebih kuat dari sebelumnya,” ujar Dimarco kepada Sky Sport Italia. Ia menambahkan, “Ini adalah musim yang bagus secara pribadi, tetapi pada akhirnya yang terpenting adalah tim. Jika gol dan assist saya tidak menghasilkan trofi, maka itu tidak akan berarti banyak. Saya lebih memilih memiliki lebih sedikit gol dan assist jika itu berarti kami bisa memenangkan liga.”
Pemain berusia 28 tahun ini memang tengah menikmati performa terbaik dalam kariernya. Hingga saat ini, Dimarco telah mencatatkan 14 assist di Serie A musim ini, menjadikannya pemimpin dalam daftar pemberi assist, serta menyumbangkan enam gol liga. Konsistensi dan dampaknya di lini serang Inter Milan menuai banyak pujian. Mantan bintang Inter dan timnas Italia, Beppe Bergomi, bahkan menyebut Dimarco sebagai salah satu pemain terbaik di dunia pada posisinya.
Ambisi Pribadi dan Peran Pelatih Chivu
Dimarco secara terbuka mengungkapkan ambisi pribadinya untuk musim ini, yaitu meraih Scudetto bersama Inter dan lolos ke Piala Dunia bersama tim nasional Italia. Ia juga mengapresiasi peran pelatih Cristian Chivu dalam peningkatan performanya. “Ada musim di mana Anda tampil kurang baik dan ada musim di mana Anda tampil terbaik. Saya senang bisa membantu tim, kerja keras selalu membuahkan hasil,” kata Dimarco.
Di bawah arahan Chivu, Dimarco kini lebih sering bermain penuh selama 90 menit, sebuah perbedaan signifikan dibandingkan saat ia dilatih oleh Simone Inzaghi sebelumnya. Hal ini diyakini berkontribusi pada peningkatan kondisi fisik dan kepercayaan dirinya.
Inter Milan akan menghadapi jadwal padat di bulan Maret 2026, termasuk laga Coppa Italia melawan Como pada 3 Maret, serta Derby della Madonnina kontra AC Milan di Serie A pada 8 Maret. Pertandingan-pertandingan krusial ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi ambisi Scudetto Inter Milan.