Jakarta – Tumpukan sampah yang mengotori perairan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, telah menarik perhatian publik setelah viral di media sosial. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengonfirmasi bahwa sampah tersebut bukan berasal dari warga setempat, melainkan ulah oknum pihak swasta yang tidak bertanggung jawab.
Oknum Swasta Dituding Buang Sampah Ilegal
Pejabat Humas DLH DKI Jakarta, Yogi Ikhwan, menyatakan bahwa sampah tersebut berasal dari pihak swasta yang membuangnya secara ilegal. “Iya (sampah berasal dari oknum pihak swasta) orang tidak bertanggung jawab,” ujar Yogi saat dihubungi, Senin (19/1/2026).
Warga Muara Baru sendiri telah menyuarakan penolakan keras terhadap praktik pembuangan sampah dan puing secara ilegal di kawasan tanggul dan badan air. Mereka menegaskan tidak ingin disalahkan atas ulah segelintir oknum yang mencemari perairan.
“Warga menilai praktik pembuangan sampah liar ini sudah menimbulkan dampak nyata. Mulai dari pencemaran lingkungan, gangguan kesehatan, hingga meningkatnya risiko banjir di kawasan pesisir tersebut. Selain itu, ekosistem pesisir juga terancam rusak akibat penumpukan sampah dan puing di badan air,” jelas Yogi.
Ia menambahkan bahwa pengelolaan sampah wajib dilakukan sesuai aturan dan di lokasi yang semestinya. Pembuangan sampah secara ilegal di tanggul maupun badan air akan ditindak tegas. “Penegakan hukum dan pengawasan akan dilakukan. Pembuangan liar harus dihentikan,” tegasnya.
137 Ton Sampah Diangkut dari Muara Baru
DLH DKI Jakarta telah berhasil mengangkut sebanyak 137 ton sampah dari kawasan pesisir Tanggul Laut Muara Baru. Penanganan sampah ini dilakukan secara intensif sejak Jumat (16/1) dengan melibatkan ratusan petugas dan berbagai armada pendukung.
Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto, merinci jumlah sampah yang terangkut. Pada hari pertama, Jumat (16/1), petugas mengangkut 35 ton sampah. Jumlah tersebut bertambah 25 ton pada hari kedua, dan meningkat signifikan pada hari ketiga, Minggu (18/1), dengan total 77 ton sampah berhasil diangkat.
“Pada hari ketiga, kami memperkuat penanganan dengan mengerahkan 100 petugas kebersihan, 12 unit ponton, tujuh unit truk sampah tipe kecil, enam unit truk tipe besar, dua unit excavator, serta dua unit perahu karet. Penanganan juga didukung berbagai alat bantu seperti APD, serokan sampah, cangkrang, dan kontainer sampah untuk mempercepat proses pengangkutan,” ujar Asep dalam keterangannya, Senin (19/1).
Kondisi Tumpukan Sampah dan Peninjauan Wali Kota
Dalam video yang viral, tumpukan sampah tersebut tampak mengapung dan memenuhi perairan di sekitar Tanggul Pantai Muara Baru. Beragam jenis sampah, mulai dari plastik hingga potongan kayu, terlihat menggenang di perairan yang keruh dan terkonsentrasi di satu titik dekat tanggul.
Menanggapi kondisi tersebut, Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat beserta jajarannya langsung melakukan pengecekan ke lokasi. “Hasil pengecekan menunjukkan lokasi tersebut merupakan danau yang terbentuk akibat pembangunan tanggul NCICD dan saat ini masih dalam proses sertifikasi oleh BPAD,” kata Hendra dalam keterangannya, Sabtu (17/1).






