Doktif Ungkap Akar Konflik dengan Shella Saukia: Berawal dari Penyebaran Nomor Pribadi

Doktif Saat Ditemui Di Pn Jakarta Selatan. Foto: Muhammad Ahsan Nurrijal/detikcom
Doktif saat ditemui di PN Jakarta Selatan. Foto: Muhammad Ahsan Nurrijal/detikcom

Jakarta – Dokter Samira Farahnaz, yang akrab disapa Doktif, akhirnya buka suara mengenai laporan yang melibatkan dirinya dengan pemilik brand skincare, Shella Saukia. Pihak kepolisian diketahui telah menaikkan status kasus dugaan akses ilegal dan penyebaran data pribadi terhadap Rahma Ina Putria alias Shella Saukia (SS) ke tahap penyidikan di Polda Metro Jaya.

Doktif mengungkapkan bahwa laporan ini sebenarnya tidak pernah diinginkannya sejak awal. Namun, serangkaian peristiwa panjang membuatnya terpaksa menempuh jalur hukum.

Konflik Berawal dari Pesan WhatsApp

“Jadi ini case-nya panjang. Bukan case persekusi ya, kalau persekusi itu masih berproses karena memang banyak,” ujar Doktif di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (7/12/2025).

Ia juga menegaskan penolakannya terhadap upaya damai yang sempat diajukan oleh pihak Shella Saukia. Menurut Doktif, masalah ini harus diselesaikan melalui proses hukum yang adil.

“Mereka minta damai di Polres Pulo Gadung, di situ Doktif katakan tidak. Silakan laporkan ke Polda Metro Jaya. Anda laporkan Doktif, Doktif laporkan Anda. Kita selesaikan di meja hukum,” tegasnya.

Doktif berpegang pada prinsip kesetaraan di hadapan hukum. “Tidak ada manusia kebal hukum, karena Anda memiliki uang yang mungkin tidak berseri. Tapi, kita akan bongkar sebongkar-bongkarnya biar masyarakat tahu,” lanjutnya.

Konflik ini bermula pada 17 Januari, ketika Doktif mendapati ribuan pesan masuk ke akun WhatsApp pribadinya. Ia menduga nomornya telah disebarkan oleh Shella Saukia melalui akun media sosial berinisial “I”. Pesan-pesan tersebut bervariasi, mulai dari dukungan, caci maki, hingga ancaman.

“Akhirnya Doktif pasang yang namanya nomornya dia (SS) di profil WhatsApp-nya Doktif. Karena terpicu kekesalan yang luar biasa,” jelas Doktif mengenai tindakan balasan yang dilakukannya.

Kekecewaan Doktif Terhadap Pengakuan Shella Saukia

Namun, langkah tersebut justru berujung pada laporan terhadap dirinya. Doktif mengaku semakin kecewa ketika Shella Saukia, saat diperiksa penyidik, disebut tidak mengakui pernah menyebarkan nomor pribadinya.

Doktif menambahkan bahwa penyidik sempat terkejut melihat bukti yang ia serahkan. “Penyidik bilang, ‘Loh kok segini sih SS?’ setelah Doktif tunjukkan screenshot dengan waktu dan menit yang jelas,” ujarnya.

Dugaan Overclaim Produk Skincare

Selain persoalan hukum, Doktif juga menyinggung dugaan overclaim produk skincare milik Shella Saukia yang disebutnya belum ditarik dari peredaran.

“Setop melakukan kebohongan publik. Bahkan, produk Kamu sampai saat ini yang diduga melakukan overclaim tidak kamu tarik,” tegasnya.

Doktif mengklaim omzet penjualan produk skincare tersebut mencapai angka fantastis. “Di Januari 2024 sampai Agustus 2024, Doktif bisa melihat omzetnya itu hampir mendekati angka Rp 1 triliun. Rp 1 triliun dari penjualan skincare,” bebernya.

Hingga saat ini, pihak Shella Saukia belum memberikan pernyataan resmi terkait pernyataan Doktif dan perkembangan penyidikan tersebut.