Kontingen Jepang mengukir sejarah baru di ajang Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026 dengan menunjukkan dominasi luar biasa di cabang olahraga seluncur salju. Para atlet Negeri Sakura berhasil menyapu bersih sembilan dari total 18 medali yang diperebutkan, termasuk empat medali emas, menegaskan posisi mereka sebagai kekuatan utama di arena salju global.
Pencapaian ini menandai penampilan terbaik Jepang sepanjang masa di Olimpiade Musim Dingin, dengan total perolehan 22 medali (lima emas, enam perak, dan sebelas perunggu) hingga 20 Februari 2026, menempatkan mereka di peringkat keempat klasemen medali keseluruhan.
Mari Fukada dan Kokomo Murase Berjaya di Slopestyle Putri
Di nomor slopestyle putri, peseluncur salju muda Mari Fukada, yang baru berusia 19 tahun, berhasil meraih medali emas dengan penampilan memukau. Fukada mencatatkan skor 87,83 poin di final yang berlangsung di Livigno Snow Park, Italia. Ia mengalahkan juara bertahan asal Selandia Baru, Zoe Sadowski-Synott, dengan selisih tipis 0,35 poin. Fukada mengamankan kemenangannya setelah sukses mengeksekusi trik switch backside 1260 dengan sempurna pada percobaan ketiganya.
Kemenangan Fukada sempat diwarnai kontroversi penilaian. Todd Richards, seorang komentator terkenal dari NBC Sports AS, melayangkan kritik keras terhadap keputusan juri yang memberikan skor lebih rendah kepada Sadowski-Synott. Richards menyebutnya sebagai “penilaian terburuk yang benar-benar tidak dapat dipahami.” Meskipun demikian, Sadowski-Synott menanggapi dengan sportif, menyatakan, “Skor tidak penting. Kami semua senang bisa menikmati olahraga seluncur salju.” Rekan senegara Fukada, Kokomo Murase, turut menyumbangkan medali perunggu di nomor yang sama dengan skor 85,80 poin.
Taiga Hasegawa Ukir Sejarah di Slopestyle Putra
Dominasi Jepang berlanjut di nomor slopestyle putra, di mana Taiga Hasegawa berhasil meraih medali perak. Ini merupakan medali pertama bagi Jepang di nomor slopestyle putra sepanjang sejarah Olimpiade Musim Dingin. Hasegawa mencatatkan skor 82,13 poin, hanya terpaut tipis dari atlet Tiongkok, Su Yiming, yang meraih emas dengan 82,41 poin. Medali perunggu di nomor ini diraih oleh Jake Canter dari Amerika Serikat.
Kira Kimura dan Ryoma Kimata Kuasai Big Air Putra
Cabang big air putra menjadi panggung bagi dua atlet Jepang untuk naik podium. Kira Kimura, peseluncur berusia 21 tahun, berhasil merebut medali emas setelah menampilkan trik Switch Backside 1980 Mute Grab yang spektakuler, memberinya skor tertinggi 90,50 pada putaran terakhirnya. Kimura mencatatkan total skor 179,50, mengungguli rekan senegaranya, Ryoma Kimata, yang meraih perak dengan 171,50 poin.
Kimura mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian ini. “Saya benar-benar mencurahkan banyak waktu untuk snowboarding tahun ini. Keluarga saya, pelatih, dan semua orang di sekitar saya memberi dukungan luar biasa. Saya sangat bahagia bisa meraih hasil ini dan membuktikan bahwa keraguan orang-orang itu salah,” ujarnya. Ia juga menyebut latihan intensif dan fasilitas berstandar tinggi sebagai kunci keberhasilan.
Kokomo Murase Tambah Emas di Big Air Putri
Kokomo Murase tidak hanya meraih perunggu di slopestyle, tetapi juga berhasil menyabet medali emas di nomor big air putri. Murase mencatatkan skor 89,25 yang membawanya ke podium tertinggi. “Saya memimpikan ini sejak saya masih kecil, emas Olimpiade akhirnya menjadi kenyataan, saya sangat bahagia. Medali ini sangat berarti bagi saya,” kata Murase, mengungkapkan kebahagiaannya.
Mitsuki Ono Raih Perunggu di Halfpipe Putri
Melengkapi dominasi Jepang di seluncur salju, Mitsuki Ono berhasil meraih medali perunggu di nomor halfpipe putri. Penampilannya yang konsisten memastikan Jepang terus menambah pundi-pundi medalinya di berbagai disiplin seluncur salju.
Dengan total sembilan medali dari enam nomor seluncur salju, termasuk empat emas, kontingen Jepang telah membuktikan bahwa investasi dan dedikasi mereka dalam olahraga musim dingin membuahkan hasil yang gemilang di panggung Olimpiade Milan-Cortina 2026.