AS Roma akan menjamu Juventus dalam pertandingan krusial Serie A pada Senin dini hari, 2 Maret 2026, di Stadion Olimpico. Laga ini tak hanya penting dalam perburuan tiket Liga Champions, tetapi juga menyoroti sosok penyerang Giallorossi, Donyell Malen, yang kini menjadi momok bagi tim tamu. Ironisnya, Malen adalah pemain yang sempat masuk radar Juventus.
Donyell Malen bergabung dengan AS Roma pada 16 Januari 2026, dengan status pinjaman dari Aston Villa. Kesepakatan tersebut mencakup opsi pembelian permanen senilai sekitar 25 juta Euro, yang akan menjadi kewajiban jika kondisi tertentu terpenuhi. Sejak kedatangannya, penyerang berusia 27 tahun asal Belanda ini langsung menunjukkan performa impresif. Ia telah mencetak 5 gol dalam 6 penampilan di Serie A musim 2025/2026. Bahkan, Malen berhasil mencetak lima gol dalam lima penampilan pertamanya, termasuk dua gol saat melawan Napoli dan Cagliari, sebuah rekor yang menyamai Diego Perotti pada 2016 dan Romelu Lukaku pada 2023.
Ketajaman Malen ini tentu menimbulkan pertanyaan besar di benak para penggemar Juventus. Pasalnya, Bianconeri diketahui pernah menunjukkan minat pada Malen. Juventus sempat memantau Malen sebagai opsi cadangan untuk Kenan Yildiz dan bahkan mempertimbangkan untuk merekrutnya jika Roma tidak berhasil menyelesaikan kesepakatan. Namun, kini Malen justru menjadi ancaman langsung bagi ambisi Juventus.
Pertandingan melawan Roma sangat vital bagi Juventus. Saat ini, Roma menempati posisi keempat klasemen Serie A dengan 50 poin, unggul empat angka dari Juventus yang berada di posisi kelima dengan 46 poin. Posisi keempat adalah batas akhir untuk meraih tiket Liga Champions musim depan. Kekalahan bagi Juventus bisa membuat mereka tertinggal tujuh poin dari zona empat besar, sebuah jarak yang sulit dikejar di sisa musim.
Bek Juventus, Pierre Kalulu, mengakui pentingnya laga ini. “Kami sangat menyadari bahwa ini adalah pertandingan penting bagi kami, tetapi kami juga tahu akan ada 11 pertandingan lagi setelah ini,” ujar Kalulu. “Jelas, jika dilihat dari pertemuan langsung, poin yang kami raih lebih berharga. Kami percaya pada diri sendiri dan jika kami menjalankan tugas kami, maka semuanya akan berjalan dengan baik.”
Di sisi lain, AS Roma datang dengan kepercayaan diri tinggi. Mereka tidak terkalahkan dalam delapan pertandingan terakhir di semua kompetisi, termasuk di Serie A. Berbanding terbalik dengan Juventus yang sedang dalam tren negatif, tanpa kemenangan dalam tiga laga terakhir Serie A dan baru saja tersingkir dari Liga Champions setelah kalah agregat 7-5 dari Galatasaray.
Selain Malen, sorotan juga tertuju pada gelandang muda AS Roma, Niccolò Pisilli. Pemain berusia 21 tahun ini menjadi topik hangat di kalangan penggemar sepak bola. Pisilli, yang telah memperpanjang kontraknya dengan Roma hingga Juni 2029, dikenal sebagai gelandang serbaguna dengan kesadaran taktis yang baik, mampu berkontribusi dalam menyerang maupun bertahan. Musim ini, ia telah mencatatkan 1 gol dan 1 assist di Serie A. Kehadiran Malen dan Pisilli dalam daftar susunan pemain yang kemungkinan besar akan diturunkan Roma, menambah dimensi ancaman bagi pertahanan Juventus.