Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Utara, Wardatun Nur Jamilah, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan sosialisasi program Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Tahun 2026. Sosialisasi yang digagas oleh Dinas Pendidikan setempat ini dianggap krusial dalam mempersiapkan ekosistem pendidikan menghadapi asesmen berskala nasional tersebut.
Wardatun Nur Jamilah secara khusus menyoroti pentingnya kesiapan teknis di tingkat sekolah. Menurutnya, kelancaran TKA sangat bergantung pada pengelolaan aplikasi dan sistem pelaksanaan yang optimal, serta koordinasi yang solid antara pihak sekolah dengan Dinas Pendidikan. “Kesiapan proktor dan koordinasi antara sekolah dengan Dinas Pendidikan sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan TKA,” ujarnya.
TKA 2026: Asesmen Penting untuk Jenjang Pendidikan Lanjut
Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 merupakan asesmen standar nasional yang dirancang oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk mengukur capaian akademik siswa secara menyeluruh. Pelaksanaan TKA untuk jenjang SD dan SMP secara resmi dimulai pada tahun 2026, berdasarkan Peraturan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan KEMENDIKDASMEN Nomor 047/H/AN/2025.
Asesmen ini menjadi pedoman penting bagi siswa kelas 6 SD dan kelas 9 SMP yang akan melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya. Hasil TKA tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap sistem penilaian yang ada, tetapi juga dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam seleksi ke jenjang pendidikan selanjutnya, seperti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), serta menyetarakan hasil belajar jalur pendidikan formal dan nonformal.
Jadwal Krusial dan Antisipasi Kendala Teknis
Saat ini, proses TKA 2026 telah memasuki tahapan simulasi yang berlangsung dari tanggal 2 hingga 8 Maret 2026. Setelah itu, gladi bersih TKA dijadwalkan pada 9 hingga 17 Maret 2026. Ujian TKA untuk jenjang SMP akan dilaksanakan pada 6 hingga 16 April 2026, diikuti oleh jenjang SD pada 20 hingga 30 April 2026.
Kemendikdasmen telah mengantisipasi potensi kendala teknis, terutama terkait pasokan listrik dan jaringan internet yang mungkin terganggu akibat cuaca ekstrem. Untuk itu, ujian susulan telah disiapkan pada Mei 2026 bagi satuan pendidikan yang mengalami hambatan. Lebih dari 8,6 juta siswa dari jenjang SD hingga SMP di seluruh Indonesia dilaporkan berpartisipasi dalam TKA tahun ini, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap kualitas pendidikan.
Integrasi TKA dengan Asesmen Nasional (AN) juga menjadi langkah strategis pemerintah untuk menyederhanakan evaluasi pendidikan dasar dan menengah. Digitalisasi tata kelola informasi melalui aplikasi TKA 2026 turut mendorong tenaga pendidik di berbagai daerah untuk memperbarui wawasan teknologi mereka, menciptakan ekosistem belajar mengajar yang lebih adaptif.