Kiprah wakil Indonesia di kompetisi antarklub Asia musim 2025/2026 kembali memanas dengan perkembangan terbaru yang mengejutkan. Persib Bandung, yang sebelumnya dikabarkan terhenti di babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2), kini secara dramatis dipastikan melaju ke perempat final setelah Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) mendiskualifikasi Ratchaburi FC.
Keputusan tegas dari AFC ini, yang diumumkan pada Jumat, 21 Februari 2026, menyusul investigasi mendalam terkait dugaan pelanggaran integritas pertandingan yang melibatkan klub Thailand tersebut. Dengan demikian, Persib Bandung otomatis lolos ke babak delapan besar ACL 2, menghidupkan kembali asa Indonesia di kompetisi kasta kedua Asia tersebut.
Perjalanan Dramatis Persib Bandung di ACL 2
Sebelumnya, Persib Bandung harus menelan pil pahit setelah kalah agregat 1-3 dari Ratchaburi FC di babak 16 besar. Kekalahan telak 0-3 pada leg pertama di kandang Ratchaburi Stadium pada 11 Februari 2026 menjadi beban berat bagi Maung Bandung. Meskipun berhasil memetik kemenangan 1-0 pada leg kedua di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, pada Rabu, 18 Februari 2026, gol tunggal Andrew Jung pada menit ke-40 tidak cukup untuk membalikkan keadaan.
Pertandingan leg kedua tersebut juga diwarnai insiden kartu merah yang diterima Uilliam Barros menjelang turun minum, membuat Persib harus bermain dengan 10 pemain di sepanjang babak kedua. Penyerang Persib, Andrew Jung, sempat mengungkapkan kekecewaannya atas hasil tersebut, menyatakan bahwa kekalahan di leg pertama adalah faktor penentu. “Seperti kata pelatih, babak pertama kami bermain bagus. Kami punya peluang, kami mencetak gol,” ujar Jung. “Setelah itu, situasi 10 lawan 11 membuat kemenangan menjadi lebih sulit,” tambahnya. Ia juga menegaskan, “Itu saja, kami tereliminasi. Tapi seperti kata pelatih, kami kalah di pertandingan pertama, bukan sekarang, bukan hari ini.”
Dengan lolosnya Persib ke perempat final, fokus tim asuhan Bojan Hodak kini akan terbagi antara kompetisi domestik, Super League, dan tantangan di kancah Asia. Sebelumnya, setelah tersingkir, Persib berencana fokus mengejar target juara Liga 1.
Dewa United, Harapan Tersisa di AFC Challenge League
Sementara itu, Dewa United FC terus melanjutkan perjuangannya sebagai satu-satunya wakil Indonesia di AFC Challenge League (ACGL) 2025/2026, kompetisi kasta ketiga Asia. Klub berjuluk Tangsel Warriors ini berhasil melaju ke babak perempat final zona timur setelah tampil impresif di fase grup, di mana mereka menjadi juara Grup E dengan mengumpulkan 7 poin dari tiga pertandingan.
Di babak perempat final, Dewa United akan menghadapi wakil Filipina, Manila Diggers. Leg pertama dijadwalkan berlangsung di kandang Manila Diggers, Stadion Rizal Memorial, Manila, pada Kamis, 5 Maret 2026, pukul 19:30 WIB. Kemudian, Dewa United akan bertindak sebagai tuan rumah pada leg kedua di Indomilk Arena, Banten, pada Kamis, 12 Maret 2026, pukul 20:00 WIB.
Pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, telah menyatakan ambisinya untuk membawa timnya melangkah jauh di kompetisi ini. “Saya mengatakan kepada pemain bahwa… kami harus bermain dengan ambisi itu,” ujar Riekerink, yang juga menargetkan finis di tiga besar Super League. Dewa United juga telah memperkuat skuadnya dengan mendatangkan lima pemain baru di putaran kedua musim ini, termasuk empat pemain asing (Damion Lowe, Noah Sadaoui, Kodai Tanaka, dan Vico Duarte) serta gelandang Timnas Indonesia, Ivar Jenner.
Ini merupakan debut Dewa United di kompetisi antarklub level Asia, dan mereka berpeluang menyamai atau bahkan melampaui capaian Madura United musim lalu yang terhenti di babak semifinal AFC Challenge League. Klub telah meminta doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia untuk melanjutkan perjuangan di kancah Asia.
Kontribusi Poin Koefisien untuk Indonesia
Kiprah kedua tim di kompetisi Asia sangat penting untuk perolehan poin koefisien Liga Indonesia. Persib Bandung telah menyumbang 14,67 poin musim ini, sementara Dewa United mencatatkan 6,5 poin sejauh ini. Perjalanan Dewa United di AFC Challenge League akan sangat berpengaruh terhadap tambahan poin koefisien bagi Liga Indonesia pada musim 2025-2026, yang pada akhirnya akan menentukan jatah wakil Indonesia di kompetisi Asia mendatang.