London – Pertandingan antara Chelsea melawan West Ham United di Stamford Bridge pada Minggu (1/2/2026) dini hari WIB diwarnai drama menegangkan jelang akhir laga. Insiden keributan antar pemain berujung pada kartu merah yang dikeluarkan wasit untuk bek West Ham, Jean-Clair Todibo.
Chelsea berhasil memenangkan pertandingan lanjutan Liga Inggris ini dengan skor comeback 3-2. Namun, sorotan justru tertuju pada insiden yang terjadi tak lama setelah Chelsea mencetak gol ketiga melalui Enzo Fernandez di masa injury time babak kedua.
Awal Mula Keributan
Situasi memanas berawal dari duel perebutan bola antara pemain West Ham, Adama Traore, dengan pemain Chelsea, Marc Cucurella. Traore yang kalah dalam duel tersebut terlihat membanting Cucurella sebelum kemudian berlari menghampiri hakim garis. Tak berhenti di situ, pemain asal Spanyol itu kemudian mendorong pemain Chelsea lainnya, Joao Pedro.
Keributan semakin membesar ketika bek West Ham, Jean-Clair Todibo, ikut terlibat dengan mendorong dan mencekik Joao Pedro. Insiden ini memaksa kiper Chelsea, Robert Sanchez, turun tangan untuk melerai kedua pemain yang terlibat perkelahian.
Aksi Tidak Sportif Lainnya
Aksi tidak sportif juga ditunjukkan oleh bek West Ham lainnya, Konstantinos Mavropanos. Ia kedapatan mencuri kesempatan untuk menampar pipi Cole Palmer dan nyaris terlibat adu fisik dengan Joao Pedro.
Meskipun terjadi beberapa insiden, wasit hanya memberikan kartu merah kepada Jean-Clair Todibo atas tindakannya yang paling provokatif. Adama Traore, yang dianggap memulai keributan, hanya menerima kartu kuning, sementara Konstantinos Mavropanos tidak mendapatkan hukuman dari wasit.
Pembelaan Todibo
Menyikapi insiden tersebut, Jean-Clair Todibo angkat bicara melalui akun Instagram Story-nya. Bek asal Prancis itu mengaku khilaf dan meminta maaf atas tindakannya.
“Di bawah ketegangan dan intensitas pertandingan, saya melakukan gerakan yang tidak pantas, bertentangan dengan nilai-nilai sepak bola,” tulis Todibo. “Saya sepenuhnya mengakui kesalahan saya, tanpa alasan atau pembenaran, dan saya bertanggung jawab. Perilaku ini tidak mencerminkan siapa saya sebagai pribadi.”
“Saya dengan tulus meminta maaf kepada klub saya, rekan-rekan setim saya, para pendukung kami, dan siapa pun yang mungkin terpengaruh oleh tindakan ini,” tegasnya.
Sumber: 90Menit.ID






