Jakarta – Juventus akan menghadapi periode padat di bulan Februari 2026, yang diisi dengan jadwal play-off Liga Champions dan beberapa laga krusial lainnya. Pelatih Luciano Spalletti mengambil langkah strategis dengan memberikan waktu istirahat lebih kepada para pemainnya.
Rangkaian Laga Berat di Februari
Juventus dijadwalkan memulai bulan Februari dengan pertandingan tandang melawan Parma pada Senin (2/2/2026) dini hari WIB. Sepanjang Februari, klub berjuluk Bianconeri ini akan melakoni total tujuh pertandingan dalam kurun waktu 24 hari. Intensitas jadwal semakin bertambah dengan lolosnya Juventus ke babak play-off Liga Champions, yang berarti mereka harus menghadapi Galatasaray dalam dua leg tambahan.
Selain itu, Juventus juga akan berhadapan dengan tim-tim kuat lainnya. Setelah melawan Parma, skuad asuhan Spalletti akan bertanding melawan Atalanta di Coppa Italia. Puncak intensitas akan terjadi saat mereka menghadapi Lazio, Inter Milan, dan Como dalam rentang waktu yang berdekatan.
Strategi Istirahat Pemain ala Spalletti
Menyadari padatnya jadwal, Luciano Spalletti menyatakan perlunya penyesuaian dalam program latihan dan pemulihan pemain. “Tentunya kami akan menghadapi periode dengan banyak pertandingan dalam waktu berdekatan dan kami bakal harus menemukan solusi. Sebelumnya kami main sekali setiap tujuh hari, kami selalu berlatih dengan libur sehari, dan kami akan mengubahnya,” ujar Spalletti, dikutip dari Football Italia.
Solusi yang ditawarkan Spalletti adalah memberikan porsi istirahat yang lebih banyak bagi para pemainnya. Ia menilai para pemain merespons positif terhadap pendekatan ini. “Solusinya adalah dengan memberikan istirahat lebih. Anak-anak tampaknya merespons dengan sangat baik. Hari ini kami bersiap untuk laga melawan Parma dan kemarin kami melakukan latihan tak terlihat,” jelasnya.
Spalletti kemudian menguraikan konsep ‘latihan tak terlihat’ yang ia terapkan. Konsep ini pada dasarnya adalah memberikan kebebasan kepada pemain untuk berlatih secara mandiri di rumah, dengan keyakinan bahwa mereka tahu apa yang terbaik untuk persiapan fisik dan mental mereka. “Latihan tak terlihat adalah saat kami tak melihat para pemain, mereka tetap di rumah. Tapi mereka harus memikirkan laga besok dan laga-laga berikutnya, jadi ada peralihan mental,” sambungnya.
Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara intensitas bermain dan istirahat untuk menjaga performa tim di tengah jadwal yang padat. “Saat Anda memainkan begitu banyak laga, Anda mesti menemukan keseimbangan yang pas. Banyak bermain, banyak istirahat. Saya tak melihat solusi lain kecuali membiarkan mereka istirahat.”
Spalletti menutup pernyataannya dengan keyakinan penuh pada kemampuan timnya. “Saya sepenuhnya percaya para pemain saya dan tak memikirkan hal lain kecuali punya para pemain super dan top di sini.”
Sumber: 90Menit.ID






