Pertandingan pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026 menyajikan drama empat gol saat Madura United menjamu Arema FC. Laga yang berlangsung di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, pada Sabtu (21/2/2026) malam WIB berakhir imbang 2-2, setelah gol penyama kedudukan dari Mendonca di menit-menit akhir pertandingan. Hasil ini sekaligus menggagalkan upaya Arema FC untuk melanjutkan tren kemenangan mereka.
Sejak peluit kick-off dibunyikan pada pukul 20.30 WIB, kedua tim menampilkan permainan menyerang yang intens. Madura United, yang berjuluk Laskar Sape Kerrab, berhasil membuka keunggulan jelang turun minum. Gol pertama bagi tuan rumah dicetak oleh Junior Brandao pada menit ke-45+1, membawa Madura United memimpin 1-0 saat jeda.
Singo Edan Bangkit, Madura United Menjawab
Memasuki babak kedua, Arema FC, yang dikenal dengan julukan Singo Edan, langsung merespons dengan cepat. Dalberto berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-47. Tak berhenti di situ, Arema FC bahkan sempat membalikkan keadaan melalui gol Vinicius, membuat mereka unggul 2-1.
Namun, Madura United menunjukkan semangat juang yang tinggi di hadapan pendukungnya. Saat pertandingan tampak akan berakhir dengan kemenangan bagi tim tamu, Mendonca muncul sebagai pahlawan. Pemain Madura United ini sukses mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-88, mengubah skor menjadi 2-2 dan memastikan kedua tim harus berbagi poin.
Implikasi Hasil dan Kartu Kuning
Hasil imbang ini memiliki dampak signifikan bagi kedua tim di tabel klasemen sementara BRI Super League 2025/2026. Bagi Arema FC, hasil seri ini menghentikan rekor kemenangan beruntun mereka. Singo Edan kini tertahan di peringkat ke-8 klasemen dengan koleksi 31 poin dari 22 pertandingan yang telah dilakoni. Sementara itu, tambahan satu poin membuat Madura United berada di posisi ke-14 dengan 19 poin dari 22 laga.
Pertandingan sengit ini juga diwarnai dengan dikeluarkannya tiga kartu kuning oleh wasit. Satu kartu kuning diberikan kepada pemain Madura United, sedangkan dua kartu kuning lainnya diterima oleh penggawa Arema FC, menunjukkan intensitas dan ketatnya persaingan di lapangan.