AC Milan harus puas berbagi angka setelah ditahan imbang tim promosi Como dengan skor 1-1 dalam laga tunda pekan ke-24 Serie A musim 2025/2026. Pertandingan yang digelar di markas Rossoneri, Stadion San Siro, pada Kamis dini hari WIB, 19 Februari 2026, tersebut berlangsung dramatis, diwarnai gol kejutan, balasan cepat, hingga insiden panas di pinggir lapangan yang berujung kartu merah untuk pelatih Milan, Massimiliano Allegri.
Como, di bawah asuhan pelatih Cesc Fabregas, tampil mengejutkan dengan strategi yang tidak biasa. Fabregas menerapkan formasi 3-5-2 atau 3-4-2-1, yang lebih menekankan dominasi di lini tengah dan pertahanan rapat, berbeda dari gaya menyerang mereka biasanya.
Jalannya Laga dan Gol Pembuka Como
Tim tamu bahkan berhasil unggul lebih dulu pada menit ke-32 melalui gol Nico Paz. Gol ini lahir dari blunder fatal kiper AC Milan, Mike Maignan, yang salah memberikan umpan di area pertahanan. Paz dengan sigap memotong bola dan tanpa kesulitan menceploskannya ke gawang Milan.
Tertinggal satu gol, AC Milan meningkatkan intensitas serangan. Upaya mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-64 ketika Rafael Leao berhasil menyamakan kedudukan. Leao menerima umpan lambung akurat dari Ardon Jashari sebelum dengan cerdik melakukan tendangan lob melewati kiper Como, Jean Butez.
Insiden Panas dan Kartu Merah Allegri
Namun, sorotan utama pertandingan tidak hanya tertuju pada gol-gol yang tercipta, melainkan juga insiden di pinggir lapangan pada menit ke-78. Pelatih Como, Cesc Fabregas, terlibat kontak fisik ringan dengan pemain Milan, Alexis Saelemaekers, yang tengah mengejar bola. Kejadian ini memicu kemarahan pelatih Massimiliano Allegri, yang kemudian mengonfrontasi bangku cadangan Como. Akibat reaksi kerasnya, Allegri diganjar kartu merah oleh wasit dan diusir dari lapangan.
Usai pertandingan, Fabregas menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas tindakannya. “Saya ingin meminta maaf yang pertama dan terutama, saya melakukan sesuatu yang tidak saya banggakan, dan tidak sportif,” ujar Fabregas. Ia mengakui bahwa meskipun hanya sentuhan kecil, hal tersebut tidak pantas dilakukan, apalagi oleh seorang pelatih.
Di sisi lain, Allegri sempat melontarkan kritik pedas kepada Fabregas, menyebutnya “anak kecil yang baru kemarin jadi pelatih” dalam suasana panas. Namun, ia kemudian menunjukkan sikap yang lebih tenang dalam konferensi pers, menyatakan bahwa Fabregas adalah pelatih muda yang sedang membangun pengalaman dan akan semakin matang dengan waktu.
Implikasi Hasil dan Posisi Klasemen
Hasil imbang ini memiliki dampak signifikan bagi kedua tim di klasemen Serie A. Bagi Como, tambahan satu poin di kandang lawan yang kuat ini membuat mereka naik ke peringkat keenam dengan 42 poin, menggeser Atalanta. Ini menjadi modal penting bagi tim asuhan Fabregas yang terus menunjukkan potensi besar dalam karier kepelatihannya sejak ditunjuk pada Juli 2024.
Sementara itu, AC Milan tetap berada di posisi kedua klasemen dengan 54 poin, namun kini tertinggal tujuh poin dari pemuncak klasemen, Inter Milan. Pihak Milan juga menyuarakan kekesalan terhadap keputusan wasit, termasuk kartu merah Allegri dan tidak adanya kartu untuk pelanggaran keras yang menimpa Strahinja Pavlovic.
Fabregas sendiri tidak hanya menyoroti performa timnya, tetapi juga memberikan pujian khusus kepada gelandang veteran AC Milan, Luka Modric. “Sungguh menyenangkan melihatnya bermain. Anda mencoba menekannya dengan tiga atau empat pemain, dia tidak peduli, dia hanya mengendalikannya dengan sempurna dan berbalik untuk menjauh,” puji Fabregas.
Namun, Como harus menghadapi tantangan di laga berikutnya melawan Juventus tanpa Nico Paz, yang akan absen karena akumulasi kartu kuning.